Banner Utama

Belum Punya Gedung, KDMP Kober Banyumas Sudah Suplai Dua Dapur MBG dan Cetak SHU

Berita Advertorial
Caption Foto : Pengurus KDMP Kober saat mengirimkan beras ke SPPG. (Foto :Dok. KDMP Kober).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Di tengah keterbatasan fasilitas dan belum memiliki gedung sendiri, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, justru menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2025, koperasi ini telah mampu menjalin kerja sama dengan dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU). Langkah KDMP Kober ini menjadi contoh nyata bagaimana koperasi berbasis masyarakat dapat tumbuh meski dimulai dari keterbatasan.

Ketua KDMP Kober, Abdul Jahir mengatakan, sejak awal berdiri pihaknya fokus membangun usaha yang benar-benar menghasilkan agar koperasi dapat mandiri dan mampu membayar tenaga pengelola.

“Awal berdiri target kami sederhana, koperasi harus punya usaha yang berjalan sehingga bisa membayar gaji tenaga pengelola,” kata Jahir, mengawali perbincangan denagan Orbit-News.com, Jumat (15/5/2026).

Saat pertama berdiri, KDMP Kober hanya memiliki 15 anggota yang seluruhnya merupakan pendiri koperasi. Namun dalam beberapa bulan, jumlah anggota meningkat pesat hingga mencapai lebih dari 60 orang. Dengan modal semangat dan optimisme, pengurus KDMP Kober yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, bidang usaha, dan bidang keanggotaan mulai melakukan pendekatan kepada dapur SPPG di wilayah Kober.

Baca juga: Ritual Sakral Api Dharma Waisak 2026 Digelar di Candi Mendut, Simbol Cahaya Kebijaksanaan Umat Buddha

Pada tahap awal, KDMP menawarkan kerja sama suplai beras ke SPPG 1. Meski tidak langsung diterima, Jahir tetap yakin peluang kolaborasi akan terbuka.

“KDMP dan MBG sama-sama program strategis nasional, sehingga kolaborasi menjadi sesuatu yang sangat mungkin dilakukan,” ungkapnya.

Optimisme itu akhirnya membuahkan hasil. Dua bulan setelah pengajuan kerja sama, KDMP Kober resmi dipercaya menyuplai 200 kilogram beras untuk kebutuhan dapur SPPG. Pengiriman dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali sesuai kebutuhan dapur.

Tak berhenti dengan satu SPPG saja, sejak Januari 2026 KDMP Kober juga berhasil menjalin kerja sama dengan SPPG 2 untuk suplai telur dengan kebutuhan berkisar antara 25 hingga 75 kilogram. Meski kebutuhan dapur mengalami penyesuaian karena adanya pengurangan jumlah sekolah penerima layanan MBG, koperasi tetap mampu bertahan dan berkembang.

“Pada tutup tahun 2025, kami sudah bisa membayar gaji satu tenaga pengelola dan masih memiliki SHU sebesar Rp200 ribu,” kata Jahir.

Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk

Caption : Caption Foto : Aktivitas di KDMP Kober. (Foto : Dok. KDMP Kober).

Siapkan Program Maklon UMKM untuk Anggota

Tidak hanya fokus pada distribusi bahan pangan, KDMP Kober juga mulai menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui skema maklon UMKM. Melalui program ini, anggota koperasi yang memiliki usaha rumahan akan mendapatkan pendampingan mulai dari proses produksi, kualitas rasa, kebersihan, hingga desain kemasan produk. Nantinya produk tersebut akan dipasarkan menggunakan label KDMP agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurut Jahir, kualitas menjadi prioritas utama agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Baca juga: Ahmad Luthfi Ajak Semua Elemen Bergerak Cegah Kekerasan di Pesantren

“Produk yang masuk ke KDMP harus benar-benar berkualitas. Uji coba program maklon akan dimulai setelah RAT tanggal 22 nanti,” jelasnya.

Program ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM lokal naik kelas sekaligus memperluas pasar produk rumahan warga sekitar.

Caption : Caption Foto : Ketua KDMP Kober, Abdul Jahir. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Belum Memiliki Gedung, Semangat Tetap Jalan

Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa

Di balik perkembangan tersebut, KDMP Kober ternyata masih menghadapi tantangan besar, yakni belum memiliki gedung koperasi sendiri. Selama ini aktivitas koperasi dilakukan dengan memanfaatkan salah satu ruangan di kantor kelurahan. Keterbatasan ruang membuat toko koperasi belum dapat menyediakan banyak produk selain beras dan telur.

Beberapa tokoh masyarakat sempat mengusulkan pemanfaatan tanah bengkok berupa kolam ikan sebagai lokasi kantor koperasi. Namun usulan itu masih terkendala aturan tata ruang kawasan hijau. Alternatif lain yang kini sedang dibahas adalah pemanfaatan salah satu gedung kosong milik Dinas Sosial.

“Kita ingin memperbanyak barang dagangan di toko, tetapi terhambat keterbatasan ruangan. Selain kolam ikan, alternatif lain untuk gedung KDMP Kober, ada ususlan dari pihak kelurahan, untuk meminjam salah satu gedung di kantor Dinas Sosial yang tidak digunakan,” kata Jahir.

Sebagai programer dan juga dosen, Jahir sudah memiliki konsep untuk menarik pembeli agar berbelanja di koperasi, yaitu dengan memberikan tabungan dalam setiap transaksi. Untuk warga yang berbelanja di KDMP Kober, nantinya dalam stuk belanjaan secara otomatis akan muncul saldo tabungan dari tiap transaksi. Tabungan tersebut diambilkan dari sebagian margin transaksi dan bisa diambil saat menjelang Lebaran. Tabungan tersebut di luar SHU.

“Kalau saya optimis, KDMP ini punya taring, karena merupakan program strategis nasional. Jika ada yang bilang ini program politik dan akan berakhir setelah 5 tahun, bagi saya tidak masalah, yang terpenting selama 5 tahun berjalan, ekosistem ekonomi koperasi sudah terbangun, warga sudah merasakan manfaatnya dan KDMP Kober bisa terus berjalan,” tuturnya.

Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas

Terpisah, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas, Alfian Hari Antono, memberikan apresiasi terhadap semangat KDMP Kober yang tetap mampu berkembang meski belum memiliki gedung sendiri. Menurutnya, saat ini terdapat lima KDMP di Banyumas yang belum memiliki gedung tetapi sudah mulai aktif beroperasi.

“Di wilayah perkotaan memang lebih sulit mendapatkan lahan, tetapi melihat semangat pengurus dan anggota, saya optimistis KDMP di Banyumas akan berkembang menjadi penopang ekonomi baru di desa dan kelurahan,” ujarnya.

Meski demikian, DKUKMP Banyumas juga tengah menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk mengantisipasi kemungkinan adanya KDMP yang belum berkembang secara optimal.

Keberhasilan KDMP Kober membuktikan bahwa kekuatan koperasi tidak selalu ditentukan oleh megahnya gedung atau besarnya modal awal. Semangat kolaborasi, keberanian memulai, serta fokus pada manfaat ekonomi masyarakat justru menjadi fondasi utama dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 29 Mei 2026 Naik, Cek Harga Antam, UBS, Galeri24 dan Perhiasan Emas per Gram

Jika dikelola secara profesional dan inovatif, KDMP bukan hanya menjadi tempat usaha bersama, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka peluang UMKM, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: