Caption Foto : Prosesi pengukuhan guru besar UIN Saizu Purwokerto yang ke-92, Dr Erlin Kurnia Sri Rejeki. (Foto : Dok. UIN Saizu Purwokerto).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali mencatatkan prestasi akademik dengan meluluskan doktor ke-92. Dr. Erlin Kurnia Sri Rejeki berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang membahas internalisasi nilai-nilai humanistik dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Dalam ujian promosi doktor Program Studi Doktor Studi Islam, Erlin mempresentasikan disertasi berjudul "Internalisasi Nilai-nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar di Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia" di hadapan tim penguji yang terdiri atas para profesor dan akademisi dari UIN Saizu maupun perguruan tinggi lainnya.
Mewakili tim promotor, Prof. Rohmat memberikan apresiasi atas dedikasi Erlin selama menempuh pendidikan doktoral di Pascasarjana UIN Saizu.
"Mba Erlin memang punya semangat dan ghirroh yang luar biasa. Semangat untuk bimbingan dan revisi. Kami selaku promotor mengucapkan selamat dan berpesan agar Mba Erlin menjaga nama baik almamater, dan terus berkarya," kata Prof. Rohmat.
Ia menegaskan, keberhasilan meraih gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan karya ilmiah, melahirkan inovasi pendidikan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penelitian yang dilakukan Erlin menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SD Kreatif Muhammadiyah Gombong dan SD Negeri 02 Gombong, Kabupaten Kebumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai humanistik dalam Kurikulum Merdeka berlangsung melalui tiga tahapan utama, yakni transformasi nilai, transaksi nilai, dan trans-internalisasi nilai.
Temuan penelitian juga mengungkap bahwa penguatan karakter peserta didik dapat dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi, penerapan Project Based Learning (PjBL), serta aktivitas kontekstual seperti outing class. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, toleransi, penghormatan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab sosial.
Selain itu, Erlin merumuskan konsep internalisasi nilai-nilai humanistik berbasis Islam yang integratif dan teosentris. Konsep tersebut diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran berbasis nilai di sekolah dasar, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Keberhasilan Dr. Erlin Kurnia Sri Rejeki sebagai doktor ke-92 semakin memperkuat komitmen Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto dalam mencetak lulusan yang unggul, produktif, dan berdaya saing di bidang akademik maupun penelitian.
Dengan dukungan dosen berkualifikasi profesor dan doktor, jejaring kerja sama nasional serta internasional, dan budaya riset yang terus berkembang, Pascasarjana UIN Saizu yang telah meraih akreditasi institusi Unggul terus mendorong lahirnya akademisi, peneliti, dan pemimpin yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan pendidikan, keumatan, dan kebangsaan. (*)