ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Penantian panjang masyarakat Desa Adisara dan Desa Karanglewas akhirnya mulai menemui titik terang. Setelah hampir tiga tahun terputus akibat ambruknya Jembatan Sungai Lopasir, Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi memulai pembangunan jembatan baru yang diharapkan mampu memulihkan konektivitas sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian warga.
Prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026) oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo. Dimulainya pembangunan ini menjadi langkah penting untuk mengakhiri keterbatasan akses yang selama ini dirasakan masyarakat di kedua desa.
Sejak Jembatan Sungai Lopasir mengalami kerusakan berat pada November 2022 hingga akhirnya tidak lagi dapat digunakan, aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Demi mempertahankan mobilitas sehari-hari, warga secara swadaya membangun jembatan darurat berbahan bambu dan kayu meski memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Keberadaan jembatan sementara tersebut menjadi satu-satunya jalur penghubung bagi warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Bupati Sadewo mengatakan, pembangunan jembatan baru merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari penanganan darurat, penyusunan perencanaan teknis, investigasi kondisi tanah, pencarian sumber pendanaan, hingga proses pengadaan yang sempat mengalami kendala.
"Alhamdulillah, setelah melalui berbagai proses, hari ini kita memasuki tahap pembangunan fisik yang telah lama dinantikan masyarakat," ucapnya.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Menurut Sadewo, Jembatan Lopasir memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antara Desa Adisara dan Desa Karanglewas. Infrastruktur tersebut menjadi akses utama distribusi hasil pertanian, kegiatan perdagangan, perjalanan pelajar, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga jembatan dapat selesai sesuai jadwal dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Anggaran Rp6,2 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, menjelaskan bahwa proyek pembangunan Jembatan Lopasir sempat mengalami penundaan akibat proses lelang yang gagal pada akhir 2025. Menurutnya, proyek tersebut sebenarnya telah masuk dalam daftar kegiatan strategis daerah. Namun, karena kendala teknis pada proses pengadaan, lelang harus diulang hingga akhirnya dapat dilanjutkan pada April 2026 dan memasuki tahap pelaksanaan pada Juni 2026.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Ia mengungkapkan nilai pagu proyek mencapai Rp8,9 miliar, sedangkan nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp6,2 miliar.
"Pekerjaan dilaksanakan selama 180 hari kalender. Kontrak dimulai pada 17 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 13 Desember 2026," jelas Kresnawan.
Kepala Desa Karanglewas, Dwi Noto Sugiono, menyambut baik dimulainya pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Jembatan Lopasir bukan hanya sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi infrastruktur penting yang menopang aktivitas ekonomi warga.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan sehingga nantinya masyarakat dapat memanfaatkan jembatan tersebut dengan aman dan optimal untuk mendukung berbagai kegiatan sehari-hari.
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Lopasir, masyarakat kini optimistis akses transportasi yang sempat terputus selama hampir tiga tahun akan segera pulih. Kehadiran jembatan baru diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Adisara dan Karanglewas. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.