ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah alokasi beasiswa tahun 2026 untuk mendorong dosen melanjutkan studi dan meningkatkan produktivitas riset.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menegaskan peningkatan kualifikasi dosen menjadi kunci menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia mendorong para akademisi PTK menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral.
“Untuk menyambut Indonesia Emas 2045 mutlak dibutuhkan SDM yang unggul dan kompetitif. Para dosen harus melanjutkan studi hingga doktor,” kata Ruchman.
Sejak Tahun 2022, Kemenag bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan untuk menjalankan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Program ini menyasar dosen PTK, dosen agama di perguruan tinggi umum, civitas Ma’had Aly, serta berbagai aktor pendidikan keagamaan seperti guru, ustaz, kiai, tenaga kependidikan, hingga pegawai Kemenag.
Pada tahun 2026, Puspenma berencana merekrut sekitar 1.900 penerima baru BIB untuk jenjang S1 hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri. Ruchman secara khusus mendorong dosen muda berstatus PNS segera mengambil studi doktoral, terutama di luar negeri, guna mendongkrak reputasi perguruan tinggi keagamaan di tingkat nasional dan global.
Baca juga: 400 Siswa Unggulan Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026
Ia menambahkan, BIB Kemenag memberikan pembiayaan penuh bagi penerima, mulai dari biaya pendidikan, biaya hidup, asuransi kesehatan, buku, dukungan seminar dan publikasi internasional, hingga tunjangan keluarga.
Pendanaan Riset
Selain beasiswa, Puspenma juga mengajak dosen memanfaatkan skema pendanaan Riset Indonesia Bangkit atau MoRA The Air Funds, yakni program riset kolaboratif Kemenag dan LPDP yang diarahkan untuk menghasilkan penelitian berdampak bagi pembangunan nasional.
Ruchman meminta para dosen, melalui koordinasi LPPM di masing-masing perguruan tinggi, segera menyiapkan proposal riset terbaik untuk kompetisi tahun 2026.
Baca juga: Unsoed Gandeng PT Sang Hyang Seri, Perkuat Riset Benih Unggul untuk Ketahanan Pangan
“Pendaftaran insyaallah dibuka Mei 2026. Kami ingin dosen semakin produktif meneliti dan menghadirkan solusi atas persoalan sosial kemasyarakatan,” katanya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.