Banner Utama

Wamenkes Ungkap Skrining Ketat Haji 2026 Tekan Angka Kematian Jemaah, Deteksi Dini Jadi Kunci

Kesehatan
By Ariyani  —  On Jun 03, 2026
Caption Foto : Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus melihat langsung skrining kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto : Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, TANGERANG – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus menegaskan pentingnya deteksi dini dan pengawasan kesehatan berlapis dalam menjaga keselamatan jemaah haji Indonesia. Upaya tersebut dinilai berhasil menekan angka kesakitan hingga kematian jemaah selama musim haji 2026.

Menurut Benny, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan skrining kesehatan yang telah dilakukan sejak sebelum keberangkatan. Calon jemaah yang dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan bahkan dibatalkan keberangkatannya demi mencegah risiko yang lebih besar selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Saat saya melakukan peninjauan di Asrama Haji Pondok Gede sebelum keberangkatan, terdapat 14 calon jemaah yang batal diberangkatkan karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Hasilnya terlihat nyata, angka kesakitan maupun kematian jemaah tahun ini turun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Benny.

Ia menjelaskan, pengawasan kesehatan tidak berhenti saat jemaah berangkat ke Arab Saudi. Ketika kembali ke Indonesia, seluruh jemaah kembali menjalani pemeriksaan kesehatan melalui sistem active case finding atau deteksi aktif kasus di area debarkasi.

Proses pemeriksaan terhadap jemaah dilakukan, mulai dari observasi visual hingga pemindaian suhu tubuh menggunakan thermo scanner. Jemaah yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan langsung diarahkan ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi, Bantu Turunkan Risiko Serangan Jantung

"Jika ada jemaah yang terlihat tidak sehat, petugas segera melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Pada kloter yang tiba hari ini, ada enam orang yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan karena mengalami penurunan kondisi fisik akibat kelelahan maupun keluhan lainnya," jelasnya.

Wamenkes menilai langkah deteksi dini tersebut sangat efektif untuk mencegah kondisi kesehatan jemaah memburuk setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Pemantauan Kesehatan Menyeluruh

Sementara itu, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini mengatakan, seluruh jemaah yang tiba di wilayah kerja Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan pemantauan kesehatan secara menyeluruh.

Menurutnya, petugas kesehatan melakukan pengamatan terhadap gejala yang umum muncul seperti batuk, pilek, demam, hingga tanda-tanda penyakit menular lainnya. Apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, jemaah langsung menjalani serangkaian pemeriksaan medis.

Baca juga: Ini Manfaat Singkong Rebus untuk Kesehatan, Bisa Jadi Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

"Petugas melakukan observasi sejak jemaah turun dari pesawat. Jika ditemukan gejala tertentu, mereka akan menjalani registrasi, pemeriksaan tekanan darah, asesmen dokter hingga pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan," jelas Naning.

Ia mengungkapkan, kasus kegawatdaruratan yang paling sering ditemukan saat fase pemulangan jemaah adalah serangan jantung dan gangguan pernapasan. Dalam kondisi tersebut, tim medis segera memberikan pertolongan pertama sebelum merujuk pasien ke rumah sakit terdekat.

Untuk mendukung layanan kesehatan selama musim debarkasi, BBKK Soekarno-Hatta menyiagakan tenaga medis dan pendukung selama 24 jam penuh. Tim tersebut terdiri atas dokter spesialis kedokteran penerbangan, dokter umum, perawat, epidemiolog, sanitarian, entomolog, petugas ambulans, hingga tenaga pendukung lainnya. Bandara Soekarno-Hatta melayani kedatangan hampir 1.600 jemaah haji dari berbagai embarkasi, termasuk Jakarta, Banten, dan Bekasi.

Benny menambahkan, keberhasilan menjaga kesehatan jemaah haji merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari sektor kesehatan, otoritas bandara, kepolisian, Badan Karantina, AirNav Indonesia hingga pengelola bandara.

"Dukungan lintas sektor sangat luar biasa. Semua pihak bekerja bersama memastikan jemaah tiba dengan aman dan mendapatkan layanan kesehatan yang cepat ketika dibutuhkan. Sinergi ini menjadi faktor utama yang membuat angka kasus kesehatan menurun drastis," pungkasnya. (*)

Baca juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Selain Makanan, Nomor Terakhir Sering Tidak Disadari

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: