ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan menjadi kewajiban bagi umat Muslim, namun bagi penderita diabetes, puasa harus dilakukan dengan persiapan matang agar tidak menimbulkan risiko kesehatan. Gangguan metabolisme yang dialami penderita diabetes dapat memicu komplikasi serius bila pola makan, obat, dan aktivitas fisik tidak diatur dengan tepat.
Penderita diabetes sebenarnya tetap boleh berpuasa, asalkan kadar gula darah terkontrol dengan baik dan tidak memiliki penyakit penyerta seperti jantung atau ginjal,.Persiapan sebelum puasa sangat penting untuk mencegah hipoglikemia atau hiperglikemia yang berbahaya.
Hipoglikemia adalah kondisi saat kadar gula darah turun drastis, sedangkan hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah melonjak terlalu tinggi. Gejala yang muncul bisa berupa pusing, lemas, sakit kepala, haus berlebihan, hingga kejang atau kehilangan kesadaran. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.
Tips Puasa Aman bagi Penderita Diabetes
-
Jangan lewatkan sahur
Konsumsi sahur mendekati waktu Subuh membantu tubuh memiliki cadangan energi yang cukup sehingga risiko hipoglikemia berkurang.
-
Tetap makan tiga kali sehari
Penderita diabetes tetap dianjurkan mengatur waktu makan menjadi sahur, buka puasa, dan makan malam setelah Tarawih.
Baca juga:
Tips Tetap Produktif Bekerja Selama Ramadan
-
Atur porsi makan saat sahur dan berbuka
Hindari makan berlebihan. Awali berbuka dengan takjil, lalu konsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi secukupnya.
-
Perbanyak makanan berserat
Nasi merah, gandum, sayur, dan buah memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu mengontrol kadar gula darah.
-
Hindari gorengan dan makanan terlalu manis
Lemak dan gula berlebih bisa meningkatkan kadar gula darah serta menimbulkan penimbunan lemak.
-
Minum air putih yang cukup
Cukup hidrasi sangat penting, terutama untuk mencegah dehidrasi. Minuman manis dan berkafein sebaiknya dibatasi.
-
Periksa gula darah secara rutin
Alat pengukur gula darah bisa digunakan 2–4 kali sehari. Jika kadar gula darah <70 mg/dl atau >300 mg/dl, puasa sebaiknya dibatalkan.
Baca juga:
Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
-
Olahraga secukupnya
Aktivitas fisik ringan seperti shalat Tarawih membantu kebugaran tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia.
-
Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter
Dokter dapat menyesuaikan jadwal obat agar sinkron dengan waktu makan selama puasa.
Persiapan matang membuat puasa tidak hanya aman, tapi juga nyaman dan bermanfaat bagi kesehatan.