ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kebiasaan duduk terlalu lama ternyata bukan sekadar membuat tubuh terasa pegal. Di balik aktivitas yang tampak sepele itu, tersimpan berbagai risiko kesehatan serius yang dapat mengganggu fungsi tubuh hingga memicu penyakit kronis.
Baca juga: Waspada! Ini 8 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung
Kurangnya gerakan saat duduk dalam waktu panjang dapat membuat otot dan sendi menjadi kaku serta melemah. Tak hanya itu, metabolisme tubuh juga ikut melambat. Kondisi ini berdampak pada terganggunya kemampuan tubuh dalam mengatur tekanan darah, kadar gula darah, hingga proses pembakaran lemak. Jika dibiarkan terus-menerus, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat.
Berikut sejumlah dampak kesehatan yang berisiko muncul akibat kebiasaan duduk terlalu lama:
Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini
Nyeri kronis menjadi keluhan yang paling sering dirasakan. Otot punggung dan pinggul yang jarang digerakkan akan mudah tegang dan nyeri. Postur duduk yang buruk juga dapat menekan cakram tulang belakang, sehingga menimbulkan rasa sakit berkepanjangan.
Perut buncit pun kerap menjadi efek lanjutan. Saat duduk terlalu lama, tubuh mengalami penurunan pelepasan enzim penting yang berperan dalam mengolah lemak dan gula. Akibatnya, lemak lebih mudah menumpuk di area perut dan meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Baca juga: Benarkah Asam Urat Bisa Dideteksi dari Jari? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Masalah lain yang tak kalah umum adalah sakit punggung dan leher. Tekanan berlebih pada tulang belakang akibat posisi duduk yang statis membuat otot punggung bekerja lebih keras. Meski penggunaan kursi ergonomis dapat membantu, kebiasaan beristirahat dan bergerak tetap menjadi kunci pencegahan.
Dalam kondisi yang lebih serius, duduk terlalu lama dapat memicu trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT), yakni penggumpalan darah di pembuluh vena, terutama di area tungkai. Kondisi ini berbahaya karena sering kali tidak bergejala hingga mencapai tahap parah.
Baca juga: Pemeriksaan Asam Urat Secara Medis, Ini Pilihan Tes Darah dan Urine yang Perlu Diketahui
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan atrofi otot, terutama pada kaki dan bokong. Otot yang jarang digunakan akan melemah, sehingga meningkatkan risiko cedera saat beraktivitas.
Selain itu, duduk terlalu lama sering berkaitan dengan peningkatan berat badan dan obesitas. Minimnya gerak tubuh, ditambah kebiasaan ngemil atau makan berlebihan, membuat kalori menumpuk tanpa dibakar secara optimal.
Baca juga: Menkes Dorong Kemandirian Industri Kesehatan untuk Hadapi Krisis Global
Dampak jangka panjang lainnya adalah menurunnya kepadatan tulang. Gaya hidup yang didominasi aktivitas duduk diketahui meningkatkan risiko osteoporosis, terutama pada mereka yang jarang berolahraga.
Risiko diabetes juga ikut meningkat. Duduk terlalu lama dapat menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga pengolahan gula darah terganggu. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang dengan kebiasaan duduk berlebihan memiliki risiko diabetes lebih dari dua kali lipat.
Baca juga: Ini PIlihan Buah yang Tidak Memicu Lonjakan Gula Darah
Tak berhenti di situ, beberapa studi menemukan kaitan antara duduk terlalu lama dengan meningkatnya risiko kanker tertentu, seperti kanker usus, kandung kemih, dan paru-paru, meski mekanismenya masih terus diteliti.
Penyakit jantung dan pembuluh darah pun menjadi ancaman nyata. Orang yang lebih banyak duduk dalam pekerjaannya diketahui memiliki risiko serangan jantung dan stroke jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih aktif bergerak.
Hingga kini, belum ada batas waktu pasti yang menentukan kapan duduk disebut “terlalu lama”. Namun, para ahli sepakat bahwa semakin lama waktu duduk tanpa diselingi aktivitas fisik, semakin besar pula risiko kesehatan yang mengintai.
Karena itu, mengurangi waktu duduk, rutin berdiri, berjalan singkat, dan berolahraga ringan secara teratur menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga tubuh tetap sehat di tengah aktivitas harian yang padat.