ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Metode mengecek asam urat dengan menekuk jari tangan belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Cara sederhana ini digadang-gadang mampu mendeteksi penyakit asam urat tanpa perlu pemeriksaan medis. Namun, benarkah klaim tersebut dapat dibenarkan secara kesehatan?
Baca juga: Waspada! Ini 8 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung
Asam urat merupakan salah satu jenis penyakit radang sendi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini dapat membentuk kristal tajam yang menumpuk di sendi, memicu nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas. Meski paling sering menyerang sendi jempol kaki, asam urat juga dapat muncul di bagian tubuh lain seperti tangan, siku, pergelangan, hingga lutut.
Belakangan, beredar anggapan bahwa seseorang bisa mendeteksi asam urat hanya dengan menekuk setengah jari-jari tangan. Jika ujung jari dapat menyentuh pangkal jari dengan mudah, maka dianggap bebas dari asam urat. Sebaliknya, jika jari sulit ditekuk, disebut sebagai tanda adanya gangguan asam urat.
Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini
Secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang, asam urat dapat menyebabkan kekakuan dan nyeri pada sendi jari akibat peradangan yang ditimbulkan oleh kristal asam urat. Kondisi ini dapat mengganggu pergerakan jari tangan. Namun, keterbatasan gerak jari bukanlah indikator khusus asam urat.
“Gangguan pada jari tangan bisa disebabkan oleh banyak faktor, tidak hanya asam urat,” demikian penjelasan medis yang sering disampaikan tenaga kesehatan. Penyakit lain seperti rematik, osteoartritis, cedera sendi, hingga peradangan akibat infeksi juga dapat menimbulkan gejala serupa, termasuk rasa kaku dan nyeri saat jari ditekuk.
Baca juga: Pemeriksaan Asam Urat Secara Medis, Ini Pilihan Tes Darah dan Urine yang Perlu Diketahui
Selain itu, asam urat tidak selalu menyerang sendi tangan. Pada banyak kasus, penyakit ini justru muncul di sendi kaki atau bagian tubuh lain. Artinya, pemeriksaan dengan menekuk jari tangan tidak dapat dijadikan acuan untuk memastikan ada atau tidaknya penyakit asam urat.
Untuk memastikan diagnosis secara akurat, pemeriksaan medis tetap menjadi satu-satunya cara yang dapat diandalkan. Tes asam urat umumnya dilakukan melalui dua metode, yakni pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dan pemeriksaan melalui sampel urine. Hasil tes inilah yang dapat menunjukkan apakah kadar asam urat berada dalam batas normal atau sudah melebihi ambang aman.
Baca juga: Menkes Dorong Kemandirian Industri Kesehatan untuk Hadapi Krisis Global
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai metode pemeriksaan kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah. Jika mengalami nyeri sendi berulang, pembengkakan, atau keterbatasan gerak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Edukasi kesehatan yang benar menjadi kunci untuk mencegah komplikasi dan salah penanganan penyakit.