Pemprov Jateng Tegaskan Superflu Belum Masuk Wilayah Jawa Tengah, Warga Diminta Tetap Tenang

Kesehatan
By Vivin  —  On Jan 08, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus penyakit yang belakangan dikenal dengan sebutan superflu di wilayahnya. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar yang beredar, mengingat penyakit tersebut pada dasarnya masih tergolong sebagai influenza yang dapat dicegah dan ditangani. Penegasan tersebut disampaikan dokter spesialis paru RS Amino, Prihatin Iman Nugroho.

“Superflu disebabkan oleh virus Influenza A yang bermutasi menjadi subklausa H3N2 K. Secara klinis, gejalanya tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya,” jelas Nugroho.

Baca juga: Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit Serius

Ia merinci, keluhan yang sering muncul meliputi demam, nyeri otot, pilek, sakit kepala, serta rasa pegal dan ngilu pada tubuh. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pada kelompok rentan, seperti penderita penyakit penyerta atau komorbid, infeksi dapat berkembang lebih berat dan membutuhkan pengawasan medis lebih intensif.

Selain itu, tingkat penularan virus ini dinilai cukup cepat, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang menurun. Penularan terjadi melalui percikan droplet di udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, sebagaimana mekanisme penularan influenza lainnya.

Baca juga: Waspada! Ini 8 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung

“Hingga saat ini, belum ada laporan resmi atau data medis yang menunjukkan keberadaan kasus superflu di Jawa Tengah,” tegasnya.

Menyikapi potensi penyebaran penyakit, masyarakat diimbau untuk memperkuat upaya pencegahan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Langkah-langkah sederhana seperti rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga teratur, serta menggunakan masker saat sakit dinilai efektif menekan risiko penularan.

Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini

Menurut Nugroho, sistem imun yang kuat menjadi kunci utama dalam menghadapi virus ini. Dengan kondisi tubuh yang prima, infeksi superflu tidak bersifat fatal dan dapat sembuh tanpa penanganan medis yang berat.

“Tidak semua kasus memerlukan obat-obatan khusus. Jika imunitas baik, tubuh mampu melawan dan membersihkan virus secara alami,” ujarnya.

Baca juga: Benarkah Asam Urat Bisa Dideteksi dari Jari? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Dari sisi kesiapsiagaan layanan kesehatan, ia memastikan rumah sakit dan tenaga medis di Jawa Tengah telah siap jika sewaktu-waktu diperlukan penanganan. Pengalaman panjang dalam menghadapi pandemi Covid-19 menjadi bekal penting, mulai dari tata laksana isolasi, penanganan pasien, hingga sistem kewaspadaan dini.

Baca juga: Pemeriksaan Asam Urat Secara Medis, Ini Pilihan Tes Darah dan Urine yang Perlu Diketahui

“Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, fasilitas kesehatan sudah disiagakan. Insyaallah kita siap mengantisipasi segala kemungkinan. Namun masyarakat tetap tidak perlu panik,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: