ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan lonjakan capaian yang signifikan. Dari target awal enam juta penerima manfaat, program strategis nasional ini kini telah menjangkau sekitar 55,1 juta orang setiap hari. Peningkatan masif tersebut diikuti dengan penguatan pengawasan, terutama terkait mutu dan keamanan pangan.
Kementerian Kesehatan menegaskan, perluasan program tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan makanan. Fokus utama diarahkan pada pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi di berbagai daerah.
Baca juga: Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit Serius
Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, menegaskan bahwa Kemenkes memegang peran sentral dalam memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar kesehatan. Pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga kelayakan konsumsi makanan.
“Peran kami adalah memastikan makanan yang dibagikan benar-benar aman dan higienis. Itu menjadi tanggung jawab utama Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Benjamin.
Baca juga: Waspada! Ini 8 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung
Pengawasan tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan dinas kesehatan di tingkat daerah. Setiap dapur SPPG wajib melalui proses penilaian sebelum dinyatakan layak beroperasi. Salah satu indikator pentingnya adalah sertifikat laik higienis dan layak konsumsi yang dikeluarkan setelah evaluasi menyeluruh.
Menurut dr. Benjamin, sertifikasi tidak diberikan secara otomatis. Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, alur pengolahan makanan, hingga pengendalian kebersihan.
Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini
Hingga saat ini, sebanyak 4.535 dapur SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi. Artinya, ribuan dapur tersebut telah melewati proses pemeriksaan ketat, termasuk evaluasi sanitasi dan pengujian laboratorium. Langkah pengawasan ini dinilai krusial mengingat sasaran MBG mencakup kelompok rentan, seperti anak sekolah dan ibu hamil. Kemenkes memastikan bahwa makanan yang mereka terima tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.
Dr. Benjamin menyebut capaian 55,1 juta penerima manfaat sebagai tonggak penting dalam perjalanan MBG menuju target nasional sebanyak 82 juta orang. Ia menilai, pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan pesat sekaligus tantangan besar dalam menjaga kualitas layanan.
Baca juga: Benarkah Asam Urat Bisa Dideteksi dari Jari? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
“Dengan capaian saat ini, kita sudah berada pada tahap yang luar biasa. Tantangannya adalah menjaga konsistensi mutu seiring perluasan program,” tutupnya.
Baca juga: Pemeriksaan Asam Urat Secara Medis, Ini Pilihan Tes Darah dan Urine yang Perlu Diketahui
Belum ada komentar.
Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.