Taman Randu Bengkong Sumbang PADes Hingga Ratusan Juta, Jadi Motor Menuju Desa Wisata Sikapat

Berita Advertorial
Caption Foto : Kolam renang di Taman Desa Randung Bengkong, Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi wisata berbasis desa. Salah satu buktinya adalah keberhasilan Taman Desa Randu Bengkongdestinasi wisata air  yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera dan kini mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga ratusan juta rupiah setiap tahun.

Mengandalkan udara pegunungan yang sejuk dan sumber mata air alami yang melimpah, Taman Desa Randu Bengkong berkembang menjadi salah satu ikon wisata Desa Sikapat. Keberadaan wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi favorit masyarakat Banyumas dan sekitarnya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa.

Ketua BUMDes Mitra Sejahtera, Rusito mengungkapkan, di tengah menjamurnya destinasi wisata alam di Kecamatan Sumbang, Taman Desa Randu Bengkong tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

"Di tengah banyaknya wisata alam yang bermunculan, untuk di Kecamatan Sumbang sendiri ada tujuh wisata kolam renang. Taman Desa Randu Bengkong masih bertahan, bahkan cukup ramai pengunjung. Hal tersebut sangat kita syukuri," ujar Rusito saat ditemui Orbit-News.com, Selasa (28/7/2026).

Setiap harinya, objek wisata ini rata-rata dikunjungi sekitar 150 wisatawan. Saat akhir pekan, jumlah tersebut bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap wisata keluarga yang menawarkan suasana alami dan nyaman.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Memasuki kawasan Taman Desa Randu Bengkong, pengunjung akan disambut hamparan kolam renang dengan air jernih yang langsung berasal dari mata air pegunungan. Tersedia dua kolam khusus anak serta satu kolam dewasa berukuran besar dengan kedalaman 130 hingga 240 sentimeter, sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 12 ribu meter persegi, kawasan wisata ini memberikan ruang yang lega bagi para pengunjung. Meski ramai, suasana tetap terasa nyaman karena area yang luas dipadukan dengan lingkungan yang asri.

Menurut Rusito, keterbatasan modal bukan menjadi penghalang bagi BUMDes untuk bersaing dengan destinasi wisata milik swasta. Justru pelayanan yang ramah dan mengutamakan kenyamanan menjadi nilai lebih yang terus dipertahankan.

"Dalam hal kelengkapan sarana dan prasarana, kita tidak mampu bersaing dengan tempat wisata swasta yang memiliki modal besar. Karena itu, kami mengedepankan pelayanan terbaik. Orang pertama datang karena fasilitas, tetapi mereka akan datang kembali karena faktor kenyamanan," katanya.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Caption : Caption Foto : Ketua BUMDes Mitra Sejahtera, Rusito. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Berawal dari Visi Membangun Kemandirian Desa

Taman Desa Randu Bengkong mulai dibangun pada 2019 atas inisiatif Pemerintah Desa Sikapat. Saat itu, pemerintah desa menyadari bahwa dana desa tidak akan terus mengalir selamanya sehingga diperlukan usaha produktif yang mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

Pilihan kemudian jatuh pada pembangunan wisata kolam renang karena Desa Sikapat memiliki potensi sumber mata air yang melimpah. Meski sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, pengembangan kawasan wisata ini terus dilanjutkan hingga akhirnya menjadi salah satu aset unggulan desa.

Kini berbagai fasilitas pendukung telah tersedia, mulai dari mushola, ruang pertemuan, ruang laktasi, toilet yang nyaman hingga delapan kantin yang dikelola secara mandiri oleh perwakilan delapan RW di Desa Sikapat. Kehadiran fasilitas tersebut semakin melengkapi pengalaman wisata bagi para pengunjung. 

Baca juga: UPZ LPPSLH Diluncurkan, Dana ZIS Diarahkan untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat

Kontribusi Taman Desa Randu Bengkong terhadap perekonomian desa terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada 2024, destinasi wisata ini berhasil menyumbang PADes lebih dari Rp600 juta. Sementara pada 2025, pendapatan sedikit menurun menjadi Rp512.500.000 karena operasional sempat dihentikan selama dua bulan untuk proses perbaikan fasilitas.

Namun, tren positif kembali terlihat pada 2026. Hingga Juni saja, pendapatan usaha wisata ini telah mencapai sekitar Rp600 juta.

"Untuk tahun ini sampai dengan bulan Juni, pendapatan kita sudah mencapai Rp600 juta. Kita melakukan sharing pendapatan dengan desa sebesar 42 persen dari laba bersih. Saat ini ada 11 karyawan yang bekerja di taman dan tiga orang di BUMDes," jelas Rusito.

Caption : Caption Foto : Kabid Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Bahrudin. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

Jadi Contoh Pengembangan Desa Wisata Banyumas

Keberhasilan Taman Desa Randu Bengkong juga mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. Kabid Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Bahrudin, menilai BUMDes Desa Sikapat berhasil melakukan monetisasi potensi wisata desa secara optimal. Menurutnya, dukungan infrastruktur berupa akses jalan yang telah dihotmix turut mempercepat perkembangan kawasan wisata tersebut.

"Tema Desa Wisata Sikapat adalah wisata olahraga dan edukasi berbasis air. Sikapat menjadi salah satu desa yang mampu mendongkrak perkembangan Kecamatan Sumbang karena juga didukung kawasan pasar dengan banyak kios yang selalu ramai," ujar Bahrudin.

Keberhasilan Taman Desa Randu Bengkong menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi lokal yang dilakukan secara profesional mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi destinasi wisata keluarga yang terus diminati, kawasan ini juga berhasil membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan pelaku UMKM desa, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Dengan inovasi yang terus dilakukan dan dukungan seluruh masyarakat, Taman Desa Randu Bengkong berpeluang semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banyumas sekaligus inspirasi bagi pengembangan desa wisata di berbagai daerah. (*)

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: