Sinar Matahari Pagi Baik Bagi Tubuh, Tapi Sampai Jam Berapa?

Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Matahari pagi sering disebut sebagai salah satu sumber alami vitamin D yang penting bagi tubuh. Tak sedikit orang sengaja meluangkan waktu pada pagi hari untuk berjemur atau sekadar beraktivitas di luar rumah.

Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering ditanyakan: sebenarnya sampai jam berapa sinar matahari pagi masih baik untuk tubuh?

Jawabannya tidak sesederhana menentukan satu angka pada jam. Manfaat dan risiko paparan sinar matahari sangat dipengaruhi oleh indeks ultraviolet (UV), lokasi, waktu, kondisi cuaca, serta karakteristik kulit seseorang.

Membantu Tubuh Membentuk Vitamin D

Paparan sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari dapat membantu kulit memproduksi vitamin D. Zat ini dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang.

Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen

Meski demikian, tubuh tidak membutuhkan paparan matahari dalam waktu lama untuk mendapatkan manfaat tersebut. Paparan UV berlebihan justru dapat menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Pagi Hari Tak Berarti Selalu Aman

Banyak orang menganggap matahari sebelum pukul 09.00 selalu aman. Padahal, intensitas sinar UV tidak hanya ditentukan oleh jam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggunakan UV Index sebagai salah satu acuan. Perlindungan dari paparan matahari mulai dianjurkan ketika UV Index mencapai angka 3 atau lebih.

Karena itu, seseorang sebaiknya tidak hanya melihat jam ketika ingin berada di bawah sinar matahari. Kondisi geografis dan waktu dalam setahun juga dapat membuat tingkat UV berbeda.

Baca juga: Program UHC Banyumas Dipastikan Cut Off Sejak Diberlakukan Aturan Desil

Waktu yang Aman

Pada umumnya, paparan sinar matahari pada pagi lebih awal memiliki tingkat UV yang lebih rendah dibandingkan ketika matahari semakin tinggi. Seiring bertambahnya waktu menuju tengah hari, intensitas UV biasanya meningkat.

Artinya, jika ingin menikmati udara pagi sambil mendapatkan paparan matahari, waktu pagi lebih awal dapat menjadi pilihan dibandingkan sengaja berjemur ketika matahari sudah terasa terik.

Namun, tidak ada patokan universal bahwa berjemur sebelum jam tertentu pasti aman untuk semua orang.

Jangan Berlama - lama

Baca juga: Cara Memulai Hidup Sehat dari Kebiasaan Sederhana

Berjemur lebih lama bukan berarti vitamin D yang diperoleh akan terus bertambah tanpa batas. Tubuh memiliki mekanisme untuk mengatur produksi vitamin D, sedangkan paparan UV yang berlebihan tetap dapat merusak kulit.

Bagi orang yang membutuhkan vitamin D, kebutuhan tersebut juga dapat dipenuhi melalui makanan dan, bila diperlukan, suplemen berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

Jadi, manfaat matahari pagi sebaiknya dinikmati secukupnya. Jangan menjadikan durasi berjemur yang panjang sebagai ukuran bahwa tubuh mendapatkan lebih banyak manfaat.

Yang paling penting adalah memperhatikan kondisi tubuh, menghindari kulit sampai terbakar, serta menggunakan perlindungan dari sinar UV ketika indeks UV sudah tinggi. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: