ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, Rektor Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mengajak civitas akademika dan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momen refleksi, pembaruan energi, dan penguatan spiritual. Dalam program Lentera Ramadan yang digelar di kampus, ia menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan bertemu Ramadan sebagai nikmat luar biasa dari Allah SWT.
“Alhamdulillah, kita kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan. Ini adalah nikmat yang tidak semua orang dapatkan,” ujar Prof. Ridwan.
Ia menambahkan, bulan suci bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sarana pembentukan karakter dan integritas spiritual. Menurutnya, ibadah puasa memiliki keistimewaan unik dibanding ibadah lain. Puasa bersifat sirriyah atau rahasia, hanya diketahui oleh pelaku dan Allah SWT. “Sahur dan berbuka bersama bisa dilihat orang lain, tapi hakikat puasa hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah,” jelasnya. Karakteristik ini, kata Prof. Ridwan, melatih kejujuran, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual yang mendalam.
Selain itu, ia menekankan bahwa ganjaran puasa bersifat tak terbatas, berbeda dengan ibadah lain yang memiliki pahala dengan jumlah tertentu. Hal ini menjadikan Ramadan sebagai momentum spiritual yang bisa mendorong perubahan positif dalam kehidupan pribadi, akademik, dan sosial.
Lingkungan Spiritual Kondusif
Baca juga: 400 Siswa Unggulan Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026
Prof. Ridwan juga mengingatkan hadis yang menyebutkan bahwa selama Ramadan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Fenomena ini, menurutnya, menciptakan lingkungan spiritual kondusif bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat berbagi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Ramadan merupakan proses training spiritual sistematis. Selama sebulan penuh, umat Islam dilatih kesabaran, disiplin, dan empati. Jika dijalani dengan sungguh-sungguh, perubahan perilaku dan karakter akan terlihat setelah Ramadan berakhir. “Dari Ramadan lahir energi baru, semangat baru, bahkan karya dan prestasi baru,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ridwan mengajak seluruh civitas akademika UIN Saizu dan masyarakat luas untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik transformasi diri. Cara terbaik mensyukuri bulan suci, katanya, adalah dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan prestasi dalam berbagai bidang.
"UIN Saizu Purwokerto berkomitmen menjadikan bulan suci sebagai penguat nilai-nilai spiritual, akademik, dan sosial, sehingga Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik," pungkasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.