ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah berhasil masuk dalam jajaran 20 perguruan tinggi dengan jumlah pendanaan terbanyak pada Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026.
Prestasi tersebut menempatkan Unsoed dalam kelompok 10 persen perguruan tinggi terbaik dari total 260 kampus se-Indonesia yang lolos pendanaan P2MW 2026. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Unsoed sebagai kampus yang aktif mendorong inovasi, riset, dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Dr. Norman Ari Prayogo mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi mahasiswa, dosen pendamping, serta penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan yang terus dikembangkan di lingkungan kampus.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unsoed mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi, kreativitas, dan keberanian menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Masuk dalam 20 perguruan tinggi dengan pendanaan terbanyak nasional menjadi bukti bahwa ekosistem kewirausahaan dan riset mahasiswa di Unsoed berkembang sangat baik dan semakin diperhitungkan,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 1790/DST/B2/DT.01.03/2026 tentang Pengumuman Lolos Seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 yang diterbitkan pada 22 Mei 2026. Program P2MW diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, penilaian substansi proposal hingga verifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Baca juga:
Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Dalam program tersebut, Unsoed berhasil meloloskan lima tim mahasiswa untuk memperoleh pendanaan nasional. Rinciannya, tiga tim masuk kategori Tahapan Awal dan dua tim lainnya berada pada kategori Tahapan Bertumbuh. Proposal yang lolos dinilai memiliki nilai inovasi tinggi karena mengangkat pengembangan teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi kreatif berkelanjutan.
Program Kreativitas Mahasiswa
Tak hanya berjaya di P2MW, Unsoed juga kembali meraih prestasi pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 1792/DST/B2/DT.01.00/2026, sebanyak lima tim mahasiswa berhasil memperoleh pendanaan nasional. Dari jumlah tersebut, dua tim lolos pada bidang PKMPM atau Pengabdian kepada Masyarakat, sedangkan tiga tim lainnya berhasil menembus skema PKM Riset Eksakta (PKMRE).
Tema proposal yang berhasil memperoleh pendanaan cukup beragam, mulai dari pendidikan berbasis budaya, inovasi teknologi kesehatan, pengembangan material maju hingga sistem deteksi penyakit berbasis kecerdasan buatan.
Keberhasilan meraih pendanaan pada dua program nasional sekaligus ini semakin mempertegas posisi Unsoed sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Baca juga:
Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional
“Masuk dalam 20 besar perguruan tinggi dengan pendanaan terbanyak nasional menjadi bukti bahwa ekosistem kewirausahaan dan riset mahasiswa di Unsoed terus berkembang dan semakin diperhitungkan,” kata Prof. Norman Ari Prayogo. (*)