Banner Utama

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini Pembatal dan Adab yang Menyempurnakannya

Pendidikan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 19, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Puasa merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang tidak hanya menuntut umat Muslim menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga sikap, lisan, dan perilaku. Ibadah ini mengajarkan pengendalian diri sekaligus meningkatkan ketakwaan. Agar puasa yang dijalankan sah dan bernilai sempurna, penting untuk memahami apa saja yang dapat membatalkannya serta adab-adab yang dianjurkan selama menjalankannya.

Dalam kajian fikih, terdapat beberapa perkara yang dapat membatalkan puasa, yaitu makan dan minum dengan sengaja. Seseorang yang secara sadar mengonsumsi makanan atau minuman di siang hari saat berpuasa, maka puasanya batal. Namun, jika hal tersebut terjadi karena lupa, puasanya tetap sah dan tidak ada kewajiban mengganti (qada) maupun membayar kafarah.

Kemudian, muntah dengan sengaja. Jika seseorang dengan sengaja memuntahkan isi perutnya, puasanya menjadi batal. Sebaliknya, apabila muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasanya tetap sah dan tidak ada kewajiban qada ataupun kafarah.

Selanjutnya, haid dan nifas. Apabila seorang perempuan mengalami haid atau nifas, meskipun terjadi menjelang waktu berbuka, puasanya batal. Para ulama telah bersepakat dalam hal ini dan puasa tersebut wajib diganti setelah suci.

Dan terakhir, hubungan suami istri pada siang hari Ramadan. Ini termasuk pelanggaran berat dalam ibadah puasa. Selain wajib mengganti puasa, pelakunya juga dikenai kafarah secara berurutan, yakni memerdekakan budak jika mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut jika tidak mampu, dan jika masih tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin.

Baca juga: 400 Siswa Unggulan Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026

Adab yang Menyempurnakan Puasa

Selain menjauhi hal-hal yang membatalkan, Islam juga mengajarkan sejumlah adab agar puasa semakin bernilai dan bermakna.

1. Makan sahur dan mengakhirkannya.
Sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan dianjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur mendekati Subuh. Dalam hadis riwayat Muttafaqun ‘alaih, disebutkan bahwa jarak antara sahur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salat Subuh kira-kira waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an. Jika azan Subuh berkumandang sementara makanan atau minuman masih di tangan, seseorang masih diperbolehkan menyelesaikannya.

2. Menjaga lisan dan perilaku.
Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan sia-sia, dusta, dan ucapan kotor. Mengendalikan emosi serta menjaga akhlak adalah bagian penting dari hakikat puasa.

3. Memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an.
Bulan puasa adalah momentum memperbanyak amal kebajikan. Rasulullah dikenal semakin dermawan di bulan Ramadan dan memperbanyak tilawah Al-Qur’an.

Baca juga: Unsoed Gandeng PT Sang Hyang Seri, Perkuat Riset Benih Unggul untuk Ketahanan Pangan

4. Menyegerakan berbuka.
Saat waktu Maghrib tiba, dianjurkan untuk segera berbuka tanpa menunda-nunda, sebagai bentuk mengikuti sunnah.

5. Berbuka secara sederhana.
Dalam hadis riwayat Abu Daud dan Tirmidzi yang dinilai hasan sahih, disebutkan bahwa Nabi berbuka dengan kurma basah sebelum salat. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering, dan jika tidak tersedia, beliau cukup minum beberapa teguk air. Ini menunjukkan kesederhanaan dan kemudahan dalam berbuka.

6. Berdoa ketika berbuka.
Waktu berbuka termasuk saat mustajab untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Abu Daud disebutkan, Rasulullah ketika berbuka membaca doa yang artinya:
“Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”

Dengan memahami aturan dan adabnya, puasa tidak hanya menjadi kewajiban tahunan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan latihan pengendalian diri. Di situlah letak esensi puasa: bukan sekadar menahan lapar, melainkan menumbuhkan ketakwaan dan kepekaan sosial.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: