ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Komitmen Polresta Banyumas dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas,. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas deteksi dini sekaligus memutus mata rantai penyebaran TBC di tengah masyarakat.
Pelaksanaan tracing berlangsung di Kecamatan Sumpiuh, Kemranjen, Purwojati, Lumbir, Kembaran, Sumbang, Wangon, Purwokerto Utara, Karanglewas, dan Rawalo. Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas bersinergi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader TB Paru, serta tenaga kesehatan untuk mendampingi proses pelacakan kontak erat, skrining kesehatan, monitoring pasien, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini TBC.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus P. Silalahi menegaskan, keterlibatan personel Polri dalam kegiatan tracing merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program nasional percepatan eliminasi Tuberkulosis sekaligus bagian dari pelayanan kepolisian yang hadir di tengah masyarakat.
"Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendukung program-program kemanusiaan, termasuk di bidang kesehatan. Melalui keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam tracing TBC, kami ingin memastikan proses pendampingan kepada masyarakat berjalan optimal sehingga deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat dan penularan penyakit bisa dicegah,"katanya, Jumat (17/7/2026).
Di lapangan, berbagai langkah dilakukan secara terpadu, mulai dari koordinasi lintas sektor, pembagian botol sampel dahak, investigasi kontak serumah, pemeriksaan kesehatan, hingga pemeriksaan laboratorium dahak dan foto rontgen dada bagi warga yang diduga mengalami gejala TBC.
Baca juga: Bahaya Ultra Processed Food bagi Kesehatan
Sasar Ratusan Warga
Di Kecamatan Kemranjen, kegiatan tracing menyasar 100 warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Sementara di Kecamatan Karanglewas, Tim Tracer TB Paru RSUD Ajibarang bersama tenaga kesehatan melakukan skrining terhadap 100 warga melalui pemeriksaan kesehatan, tes dahak, dan foto toraks. Di wilayah lainnya, Bhabinkamtibmas juga aktif mendampingi petugas kesehatan melakukan investigasi terhadap warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC sebagai langkah memutus rantai penyebaran penyakit.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penemuan kasus baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak ragu menjalani pemeriksaan apabila mengalami gejala TBC atau pernah melakukan kontak dengan penderita. Dengan penanganan yang cepat, peluang kesembuhan pasien akan semakin tinggi sekaligus menekan risiko penularan kepada orang lain.
Seluruh rangkaian Tracing TBC Terintegrasi CKG di Kabupaten Banyumas berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Polri, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya target eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga Banyumas.
"Keberhasilan eliminasi Tuberkulosis bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak dengan penderita. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh dan semakin kecil risiko penularannya," tutup Kombes Pol. Petrus P. Silalahi. (*)
Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Saizu Telusuri Jejak Joko Kaiman, Belajar Merawat Warisan Sejarah Banyumas
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.