Mahasiswa KKN UIN Saizu Telusuri Jejak Joko Kaiman, Belajar Merawat Warisan Sejarah Banyumas

Banyumas Raya Pendidikan
By Vivin  —  On Jul 17, 2026
Caption Foto : Mahasiswa UIN Saizu Bersama Kepala Dusun Ketanda di Petilasan Joko Kaiman.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 010 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengunjungi Petilasan Bagus Mangun atau Petilasan Joko Kaiman di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenal sekaligus melestarikan sejarah lokal Banyumas.

Di lokasi, Kepala Dusun Ketanda, Fahmi Bahtiar, menjelaskan bahwa petilasan tersebut dipercaya sebagai tempat Raden Joko Kaiman melakukan semedi sebelum menjadi pendiri sekaligus Bupati pertama Kabupaten Banyumas bergelar Adipati Warga Utama II.

"Petilasan ini masih sering diziarahi masyarakat. Kami terus menjaganya karena selain memiliki nilai spiritual, tempat ini juga merupakan peninggalan sejarah yang menjadi identitas Desa Ketanda," ujar Fahmi.

Ia juga mengisahkan sosok Joko Kaiman yang dikenal dengan julukan Adipati Mrapat. Julukan itu diberikan karena kebijaksanaannya membagi Kadipaten Wirasaba menjadi empat wilayah untuk mencegah konflik perebutan kekuasaan di lingkungan keluarga. Keputusan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah lahirnya Banyumas.

Selama kunjungan, mahasiswa berdiskusi mengenai sejarah petilasan, upaya pelestarian, hingga peran masyarakat dan pemerintah dalam menjaga situs budaya. Fahmi menjelaskan bahwa Petilasan Bagus Mangun telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas sehingga keberadaannya perlu terus dilestarikan.

Baca juga: Polresta Banyumas Turun Langsung Kawal Tracing TBC

Bagi mahasiswa KKN, kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka menyadari bahwa sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga dapat dipahami langsung dari situs bersejarah dan cerita masyarakat yang masih merawatnya hingga kini.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa berkomitmen mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil kegiatan sebagai media edukasi sekaligus promosi sejarah lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan Petilasan Bagus Mangun kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar warisan sejarah Banyumas tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: