Banner Utama

Waspadai Akun Investasi Palsu di Media Sosial, Kenali 5 Ciri Utamanya agar Tidak Jadi Korban Penipuan

Bisnis
By Redaksi Orbit-News.com  —  On May 15, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat kini semakin mudah mendapatkan informasi seputar investasi dan layanan keuangan melalui media sosial. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman serius berupa maraknya akun palsu yang mengatasnamakan institusi keuangan maupun platform investasi resmi untuk menipu masyarakat.

Modus penipuan investasi lewat media sosial saat ini semakin beragam dan kian sulit dikenali. Para pelaku biasanya memanfaatkan nama besar perusahaan terpercaya untuk menarik perhatian calon korban. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya mengalami kerugian finansial akibat kurang teliti saat berinteraksi di platform digital.

Bagi masyarakat yang aktif berinvestasi ataupun sedang mencari produk keuangan, penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai dana yang telah dikumpulkan dengan susah payah justru hilang akibat terjebak akun palsu berkedok investasi menguntungkan.

Berikut sejumlah ciri akun media sosial palsu yang wajib diwaspadai:

1. Username Dibuat Mirip Akun Resmi

Baca juga: Ini Cara Membuat QRIS untuk Usaha, Mudah dan Bisa Langsung Digunakan!

Salah satu trik paling umum yang digunakan penipu adalah membuat nama akun yang menyerupai akun resmi perusahaan. Sekilas terlihat asli, namun biasanya terdapat tambahan karakter, simbol, atau huruf tertentu. Karena itu, pengguna disarankan selalu mengecek detail username sebelum mengikuti akun atau melakukan komunikasi lebih lanjut.

2. Tidak Memiliki Centang Biru Verifikasi

Lembaga keuangan resmi yang telah dikenal luas umumnya memiliki tanda verifikasi atau centang biru di media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun X (Twitter).

Jika sebuah akun mengklaim sebagai akun resmi perusahaan investasi tetapi tidak memiliki verifikasi, masyarakat patut meningkatkan kewaspadaan. Meski tidak semua akun resmi memiliki centang biru, keberadaan tanda verifikasi tetap menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan keaslian akun.

3. Menjanjikan Keuntungan Fantastis dalam Waktu Singkat

Baca juga: Takut Investasi? Ini Strategi Cerdas Mengatasinya agar Keuangan Lebih Tumbuh

Penawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa risiko menjadi ciri klasik penipuan digital. Pelaku biasanya menawarkan janji manis seperti keuntungan tetap puluhan persen dalam hitungan hari atau investasi tanpa potensi kerugian. Padahal dalam dunia investasi, keuntungan tinggi selalu disertai risiko yang sebanding. Jika ada pihak yang menjanjikan profit instan secara tidak masuk akal, masyarakat sebaiknya tidak mudah tergiur.

4. Aktif Menghubungi Korban Lewat Direct Message

Akun palsu biasanya sangat agresif mencari korban. Mereka kerap menghubungi pengguna secara langsung melalui fitur DM (Direct Message), lalu menawarkan investasi, meminta data pribadi, hingga mengarahkan transaksi tertentu.

Perlu diketahui, institusi keuangan resmi tidak akan meminta kode OTP, password, ataupun menawarkan investasi secara tiba-tiba melalui pesan pribadi di media sosial. Jika ada akun yang mengatasnamakan customer service dan langsung menghubungi Anda tanpa alasan jelas, besar kemungkinan itu merupakan modus penipuan.

5. Meminta Transfer ke Rekening Pribadi

Baca juga: Waspada Pinjol Ilegal, Kenali Ciri-Cirinya agar Tidak Terjebak Utang Bermasalah

Ciri paling berbahaya dari investasi bodong adalah permintaan transfer dana ke rekening pribadi atas nama individu. Perusahaan investasi resmi umumnya menggunakan rekening perusahaan atau virtual account resmi yang terverifikasi. Karena itu, masyarakat wajib curiga apabila diminta mentransfer dana ke rekening personal dengan alasan apa pun.

Selain itu, jangan pernah terburu-buru melakukan transaksi sebelum memastikan legalitas perusahaan melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat menerima tawaran investasi di media sosial. Pastikan hanya bertransaksi melalui platform resmi dan jangan mudah percaya pada janji keuntungan instan. Dengan meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan, risiko menjadi korban penipuan investasi online dapat diminimalkan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: