Pasutri Tewas Tertabrak KA Singasari di Kebumen, Polisi Selidiki Penyebab Kejadian

Banyumas Raya Daerah
By Hervina  —  On Oct 18, 2026
Caption Foto : petugas mendatangi tempat kejadian meninggalnya sepasang suami istri yang tertabrak kereta api di Kebumen ( Foto : Dok. Polres Kebumen )

ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Sepasang suami istri meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Singasari di jalur rel Dukuh Krajan, Desa Mrinen, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Sabtu (17/10/2026) malam. Polisi masih menyelidiki rangkaian peristiwa tersebut untuk memastikan penyebab kedua korban berada di jalur kereta api.

Kedua korban berinisial SA (59) dan EN (57). Keduanya tercatat sebagai warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, yang tinggal di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 22.55 WIB ketika KA 149 Singasari relasi Blitar–Pasar Senen melintas di kilometer 462+6/7, antara Stasiun Kutowinangun dan Prembun.

Berdasarkan informasi awal, masinis telah membunyikan suling lokomotif sebagai tanda peringatan. Namun, kedua korban yang berada di jalur rel tidak menepi sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

"Karena jarak kereta sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari," ujar Rachmad, Minggu (18/10/2026).

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

Caption : polisi periksa lokasi dan barang milik korban

Polisi Periksa Lokasi dan Barang Milik Korban

Informasi kejadian diterima penjaga perlintasan kereta api, Muhadik, dari pusat pengendalian perjalanan kereta api. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Mrinen, Suryahadi, yang menghubungi Polsek Kutowinangun sekitar pukul 23.23 WIB.

Polisi bersama tim Inafis dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi korban.

Kondisi jenazah menyulitkan identifikasi secara langsung. Tim Inafis kemudian menggunakan perangkat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis) untuk memastikan identitas kedua korban.

Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar

Dari hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sepeda motor Yamaha Mio Gear berwarna biru putih yang diduga digunakan korban. Kendaraan tersebut terparkir sekitar 15 meter dari jalur rel dan tidak menunjukkan tanda kerusakan.

Polisi juga menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi, antara lain lima buah kunci, sebungkus rokok, korek api, sepasang sepatu, serta pakaian milik korban.

Penyebab Kejadian Masih Didalami

Posisi sepeda motor dan temuan barang-barang di sekitar rel menjadi bagian dari pemeriksaan untuk menyusun kronologi kejadian. Namun, temuan tersebut belum dapat menjelaskan secara pasti bagaimana kedua korban berada di jalur kereta api saat insiden terjadi.

Polisi masih mengumpulkan informasi dan mendalami fakta di lapangan. Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai penyebab kedua korban berada di jalur rel maupun faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Baca juga: Cegah Abrasi, AHY dan Ahmad Luthfi Perkuat Benteng Pesisir Demak dengan Mangrove dan HexBricks

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan memakamkan keduanya.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa guna memastikan penyebab kejadian yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: