ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau para imam masjid dan khatib di seluruh Indonesia untuk membacakan doa qunut nazilah sebagai bentuk dukungan spiritual bagi masyarakat Muslim yang terdampak konflik dan musibah, terutama di Gaza dan Palestina.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua Bidang Dakwah Abdul Manan Ghani. Ia menyebut pembacaan qunut nazilah dapat dilakukan saat pelaksanaan salat berjamaah, termasuk pada Salat Jumat maupun Salat Iduladha di berbagai daerah.
“MUI mengimbau kepada seluruh imam masjid di Indonesia dan para khatib, baik khatib Jumat maupun Iduladha, agar membacakan qunut nazilah untuk para pejuang dan kaum muslimin yang terkena musibah, khususnya di Gaza dan Palestina, serta wilayah lain di dunia,” kata Abdul Manan Ghani.
Menurutnya, qunut nazilah tidak hanya menjadi bagian dari ikhtiar spiritual umat Islam, tetapi juga wujud nyata kepedulian batin terhadap saudara sesama Muslim yang tengah menghadapi konflik dan krisis kemanusiaan.
Perhatian utama dalam seruan tersebut diarahkan pada kondisi masyarakat di Gaza dan Palestina yang hingga kini masih menghadapi situasi sulit akibat konflik berkepanjangan. MUI menilai doa bersama menjadi salah satu bentuk solidaritas yang dapat dilakukan umat Islam di Indonesia.
Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat
Melalui pembacaan qunut nazilah, umat diajak memanjatkan doa agar musibah, penderitaan, dan tekanan yang dialami kaum Muslim di berbagai negara segera berakhir. Seruan ini juga ditujukan bagi wilayah lain yang sedang dilanda bencana maupun konflik kemanusiaan.
Abdul Manan berharap momentum ibadah, terutama menjelang Iduladha, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah umat.
“Itu sebagai bentuk kepedulian secara batiniah. Kita memohon kepada Allah SWT agar segala musibah yang menimpa kaum muslim di mana pun berada segera diangkat, khususnya saudara-saudara kita di Gaza dan Palestina yang telah lama mengalami penderitaan,” tutupnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.