Banner Utama

Kulit Dehidrasi Kerap Terabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Apr 14, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Banyak orang mengira dehidrasi hanya berdampak pada kondisi tubuh secara umum, seperti rasa lemas atau pusing. Padahal, kekurangan cairan juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Kondisi ini dikenal sebagai kulit dehidrasi, yang ditandai dengan tampilan kusam hingga berkurangnya elastisitas kulit.

Kulit dehidrasi terjadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, sehingga fungsi organ, termasuk kulit, tidak berjalan optimal. Kandungan air dalam kulit yang mencapai sekitar 64 persen berperan penting dalam menjaga kelembapan dan elastisitas. Ketika cairan tubuh berkurang, lapisan terluar kulit (epidermis) ikut terdampak dan kehilangan kelembapan alaminya.

Tidak hanya disebabkan oleh kurang minum, kondisi ini juga bisa dipicu oleh hilangnya cairan tubuh secara berlebihan. Beberapa faktor seperti diare, muntah, demam, aktivitas fisik yang memicu keringat berlebih, hingga frekuensi buang air kecil yang tinggi dapat mempercepat terjadinya dehidrasi.

Secara umum, kulit dehidrasi memiliki sejumlah tanda yang mudah dikenali. Di antaranya kulit terasa kering dan gatal, tampak kusam, serta kehilangan elastisitas sehingga terasa lebih kasar. Bahkan, dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan. Selain itu, dehidrasi juga sering disertai gejala lain seperti mulut kering, mata cekung, tubuh lemas, hingga lingkaran hitam di bawah mata.

Baca juga: Kemenkes Terapkan Label “Nutri Level” pada Minuman Siap Saji, Dorong Masyarakat Lebih Cermat Konsumsi Gula

Konsumsi Air Putih

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan cairan menjadi langkah utama yang tidak boleh diabaikan. Konsumsi air putih setidaknya delapan gelas per hari dianjurkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Dalam kondisi tertentu, minuman elektrolit juga dapat membantu menggantikan mineral penting yang hilang akibat aktivitas atau keringat berlebih.

Selain itu, menjaga kesehatan kulit juga dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi saat berolahraga. Kebiasaan mandi dengan air panas sebaiknya dibatasi karena dapat mengurangi kelembapan alami kulit.

Perawatan dari luar juga tak kalah penting, seperti rutin menggunakan pelembap dan menjaga kelembapan udara, terutama bagi yang sering beraktivitas di ruangan ber-AC. Di sisi lain, pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi seperti ikan berlemak, alpukat, sayuran hijau, dan buah-buahan juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit.

Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko kulit dehidrasi dapat diminimalkan, sehingga kulit tetap sehat, lembap, dan tampak segar.

Baca juga: Dinkes Pekalongan Genjot “Kejar” Imunisasi, Perkuat Kekebalan Anak Cegah Penyakit Berbahaya

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: