Banner Utama

Jangan Salah Kaprah, Ini Fakta di Balik Mitos Puasa yang Masih Banyak Dipercaya

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 20, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Puasa kerap dikaitkan dengan berbagai anggapan yang belum tentu benar. Di tengah masyarakat, masih beredar sejumlah mitos, mulai dari puasa disebut memicu stres hingga membuat pola makan menjadi tidak terkontrol. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa, termasuk metode puasa intermiten dapat memberikan manfaat kesehatan bila dijalani dengan cara yang tepat.

Agar tidak salah memahami, penting bagi masyarakat untuk mengetahui mana informasi yang fakta dan mana yang sekadar mitos. Berikut rangkuman mitos puasa yang masih sering dipercaya beserta penjelasan ilmiahnya.

Salah satu anggapan yang cukup populer adalah puasa dapat mengganggu metabolisme tubuh. Banyak orang percaya bahwa makan lebih sering akan mempercepat metabolisme, sehingga berpuasa dianggap justru memperlambatnya. Kenyataannya, puasa dengan durasi yang wajar tidak menurunkan metabolisme secara signifikan. Bahkan, pada kondisi tertentu, puasa justru dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan kalori sehingga berpotensi membantu pengendalian berat badan.

Mitos lain menyebutkan bahwa berolahraga saat puasa akan membuat tubuh lemas. Faktanya, aktivitas fisik tetap aman dilakukan selama puasa, asalkan memilih intensitas ringan hingga sedang. Olahraga seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda santai justru dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Kunci utamanya adalah tidak memaksakan diri serta menjaga kecukupan cairan saat berbuka dan sahur.

Puasa juga sering dituduh memicu stres dan menurunkan konsentrasi. Anggapan ini berkaitan dengan kekhawatiran meningkatnya hormon stres kortisol ketika tubuh tidak mendapat asupan makanan. Namun sejumlah studi menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan dengan benar tidak serta-merta meningkatkan stres. Sebaliknya, puasa dapat membantu menjaga kestabilan tekanan darah, mendukung sistem imun, serta berpotensi meningkatkan fokus.

Baca juga: Tips Tetap Produktif Bekerja Selama Ramadan

Bagi ibu menyusui, muncul kekhawatiran bahwa puasa dapat mengganggu produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Pada ibu yang sehat dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi saat sahur dan berbuka, puasa umumnya tidak menurunkan kualitas ASI. Tubuh masih dapat memanfaatkan cadangan energi untuk memproduksi ASI. Meski demikian, ibu menyusui dengan kondisi kesehatan tertentu tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum berpuasa.

Ada pula anggapan bahwa puasa membuat seseorang cenderung makan berlebihan saat berbuka. Memang, sebagian orang mengalami hal tersebut. Namun penelitian menunjukkan bahwa secara umum, total asupan kalori orang yang berpuasa justru bisa lebih rendah dibandingkan yang tidak berpuasa. Risiko makan berlebihan lebih dipengaruhi oleh kebiasaan individu. Karena itu, disarankan berbuka secara bertahap dan tetap memperhatikan porsi makan.

Mitos berikutnya adalah sahur boleh dilewatkan. Padahal, sahur memiliki peran penting sebagai sumber energi selama berpuasa. Melewatkan sahur justru berpotensi membuat tubuh lebih cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Menu sahur sebaiknya mengandung gizi seimbang, terutama protein, karbohidrat kompleks, serat, dan lemak sehat agar energi bertahan lebih lama.

Selain itu, beredar pula anggapan bahwa puasa dapat memengaruhi kesuburan. Hingga kini, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan puasa berdampak langsung pada penurunan kesuburan pada orang sehat. Justru, pola puasa yang dilakukan dengan benar dapat membantu memperbaiki fungsi metabolik tubuh secara umum.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Memahami fakta yang benar tentang puasa penting agar ibadah maupun program kesehatan yang dijalani memberikan manfaat optimal. Kunci utamanya adalah menjalankan puasa secara seimbang, menjaga asupan nutrisi, cukup minum, serta menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi tubuh masing-masing.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: