DPU Banyumas Gelar Kerja Bakti Bersihkan Drainase Jalan S. Parman demi Cegah Genangan

Berita Advertorial
Caption Foto : Sekretaris DPU Kabupaten Banyumas, Khelmy Tibyani turun langsung ikut kerja bakti membersihkan drainase di Jalan S. Parman, Jumat (21/8/2026). (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya genangan air di sejumlah ruas jalan. Melalui kegiatan kerja bakti rutin setiap Jumat, jajaran DPU Banyumas kembali turun langsung membersihkan saluran drainase di Jalan S. Parman, Kecamatan Purwokerto Selatan, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi kali kelima DPU Banyumas melakukan pembersihan drainase di Jalan S. Parman. Ruas jalan ini menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus karena memiliki saluran drainase yang cukup panjang, sementara sebagian besar salurannya tertutup dan mengalami penumpukan sedimen.

Sekretaris DPU Kabupaten Banyumas, Khelmy Tibyani, ST, MT mengatakan, kegiatan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari gerakan Indonesia Asri yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Seluruh personel DPU Banyumas, termasuk jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), dilibatkan untuk melakukan pembersihan dengan sasaran utama saluran drainase jalan.

“Hari ini kita untuk kelima kalinya membersihkan drainase di Jalan S. Parman, karena jalan ini cukup panjang dan hampir semua drainase tertutup. Di Jalan S. Parman ini juga kerap muncul genangan air akibat sedimen pada drainase jalan. Karena itu, sudah satu bulan lebih ini, kita fokus membersihkan drainase di jalan ini,” terang Khelmy.

Caption : Caaption Foto : Endapan sedimen menjadi penyebab saluran drainase tida berfungsi maksimal. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi


Drainase Tertutup Permanen Jadi Tantangan Pembersihan

Pembersihan drainase di Jalan S. Parman tidak selalu mudah. Banyak saluran yang tertutup secara permanen sehingga menyulitkan petugas untuk mengetahui kondisi di dalam drainase dan melakukan pembersihan secara berkala.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim DPU Banyumas bahkan harus mengerahkan peralatan khusus untuk membuka akses menuju saluran. Pada sejumlah titik, petugas melakukan pengeboran pada lapisan aspal di atas drainase, kemudian membuka manhole agar saluran yang selama ini tertutup dapat dibersihkan.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Setelah akses terbuka, personel DPU Banyumas bahu-membahu mengangkat lumpur dan sedimen yang menumpuk di dalam saluran. Material hasil pembersihan kemudian dikumpulkan dan diangkut menggunakan mobil bak terbuka untuk dibuang ke lokasi yang telah ditentukan.

Tingginya endapan sedimen menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air hujan. Jika tidak segera dibersihkan, kondisi tersebut berpotensi memicu genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Melalui pembersihan rutin, DPU Banyumas berupaya mengembalikan fungsi drainase agar aliran air dapat berjalan lebih lancar dan risiko munculnya genangan di ruas jalan dapat diminimalkan.

Caption : Caption Foto : Personil DPU Banyumas bahu-membahu membersihan drainase Jalan S. Parman. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Kerja Bakti DPU Banyumas Sekaligus Edukasi Masyarakat

Baca juga: UPZ LPPSLH Diluncurkan, Dana ZIS Diarahkan untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat

Selain membersihkan saluran drainase, kegiatan kerja bakti tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Khelmy berharap gerakan Indonesia Asri tidak hanya dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan bersama yang diterapkan oleh masyarakat di lingkungan masing-masing.

Salah satu bentuk partisipasi sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak menutup seluruh bagian drainase secara permanen.

Menurutnya, saluran drainase yang tertutup permanen akan menyulitkan petugas dalam melakukan pemantauan maupun pembersihan ketika terjadi penyumbatan atau penumpukan sedimen.

“Harapannya, gerakan Indonesia Asri ini juga dilakukan semua lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing. Di Kota Purwokerto ini cukup banyak jalan yang muncul genangan jika hujan, seperti Jalan HR Bunyamin, Jalan Prof Dr Suharso, Jalan Merdeka, dan Jalan S. Parman ini. Jika mengandalkan tenaga dari DPU saja pasti tidak mencukupi untuk membersihkan itu semua, karena itu kita harapkan partisipasi masyarakat juga,” ucapnya. 

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

Masalah genangan air di kawasan perkotaan tidak semata-mata dapat diselesaikan melalui pembangunan infrastruktur. Perawatan dan kebersihan drainase juga menjadi faktor penting untuk memastikan saluran dapat berfungsi secara optimal.

Sampah rumah tangga yang masuk ke saluran, endapan tanah, lumpur, hingga drainase yang sulit diakses akibat tertutup permanen dapat menyebabkan aliran air terganggu. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga saluran air menjadi bagian penting dari upaya pencegahan genangan.

DPU Banyumas berharap kegiatan kerja bakti yang dilakukan secara rutin dapat memberikan contoh nyata sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Tidak hanya personel DPU di wilayah perkotaan, jajaran UPTD DPU Banyumas juga melaksanakan kegiatan kerja bakti serupa di wilayah kerja masing-masing. Sasaran kegiatan tetap difokuskan pada pembersihan drainase jalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di setiap wilayah. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: