Banner Utama

Dosen Bioetika Unsoed Dorong Model Paliatif Berbasis Keluarga dan Kearifan Lokal

Banyumas Raya Pendidikan
By Hermiana  —  On Mar 03, 2026
Caption Foto : Dosen ahli Bioetika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dr. Raditya Bagas Wicaksono saat menempuh pendidikan di UMC. (Foto ; Dok. Unsoed).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Pendekatan baru dalam layanan perawatan paliatif diperkenalkan oleh dosen ahli Bioetika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dr. Raditya Bagas Wicaksono. Ia menekankan pentingnya integrasi nilai budaya lokal dalam praktik paliatif melalui model perawatan berbasis rumah yang menempatkan keluarga sebagai pengambil keputusan utama.

 Perawatan paliatif merupakan layanan medis yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien dengan penyakit serius atau kronis melalui pengelolaan nyeri, dukungan psikologis, serta pendampingan sosial dan spiritual.

Menurut dr. Bagas, pendekatan ini lahir dari realitas sosial masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan musyawarah keluarga. Ia menilai layanan kesehatan, khususnya perawatan paliatif, perlu disesuaikan dengan konteks budaya agar lebih efektif dan humanis.

“Dalam konteks budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan musyawarah keluarga, pendekatan ini adalah perspektif baru dalam layanan kesehatan yang tidak bisa dilepaskan dari nilai sosial dan kearifan lokal di Indonesia,” jelasnya.

Gagasan tersebut merupakan hasil riset doktoral yang ia tempuh di UMC yang terafiliasi dengan University of Amsterdam, Belanda. Dalam disertasinya berjudul Home Palliative Care in Indonesia: An Ethnographic Study of Family Involvement and Local Values, dr. Bagas meneliti secara mendalam keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan medis pada pasien penyakit serius.

Baca juga: Resto di Mirit Ambruk Diterjang Hujan dan Angin, Tiga Pengunjung Terluka Saat Bukber

Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 3 tahun 9 bulan, lebih cepat dibanding rata-rata masa studi doktoral di Belanda yang umumnya berkisar 4–8 tahun. Penelitiannya mendapat respons positif dari para pembimbing dan penguji internasional lintas disiplin saat sidang disertasi pada akhir 2025.

Riset tersebut dinilai memberi kontribusi penting bagi pengembangan layanan paliatif di negara berkembang, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan tetapi memiliki ikatan keluarga yang kuat.

Beasiswa LPDP

Sebagai penerima beasiswa LPDP, dr. Bagas menegaskan komitmennya untuk menerjemahkan hasil riset menjadi program nyata di Indonesia. Ia berencana menggandeng komunitas untuk mengembangkan layanan paliatif rumah berbasis masyarakat yang sensitif terhadap budaya lokal.

“Saya berjanji akan berkolaborasi dengan komunitas untuk mengembangkan program pelayanan paliatif rumah berbasis komunitas yang sensitif budaya lokal. Kami juga sedang menyusun buku panduan komunikasi sensitif budaya untuk pasien penyakit serius berdasarkan temuan penelitian ini,” ungkapnya.

Baca juga: 400 Siswa Unggulan Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026

Saat ini dr. Bagas telah kembali aktif mengajar di Unsoed sejak 2 Maret 2026. Pihak fakultas menyambut capaian tersebut sebagai prestasi yang membanggakan.

Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed, dr. MM Rudi Prihatno, M.Kes., menilai perspektif yang dibawa dr. Bagas menunjukkan bahwa akademisi Indonesia mampu berkompetisi di tingkat global tanpa meninggalkan akar persoalan nasional.

“Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dr. Bagas dan keluarga, tetapi juga bagi kami di Unsoed,” ujarnya.

Inovasi yang digagas dr. Bagas sekaligus menegaskan bahwa pengembangan ilmu kedokteran tidak semata bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada empati, relasi keluarga, dan nilai sosial yang hidup di masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan paliatif di Indonesia ke depan.

Baca juga: Gelar Silaturahmi Kebangsaan, H. Wastam Ajak Warga Baturraden Perkuat Bhinneka Tunggal Ika di Momentum Imlek 2026

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: