ORBIT-NEWS.COM, CILACAP — Ratusan siswa SMAN 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (23/9/2026), tercatat 361 siswa mengalami berbagai keluhan yang kini tengah ditangani petugas kesehatan.
Kejadian tersebut bermula setelah siswa menerima makanan MBG pada Selasa (22/9/2026). Sejumlah siswa kemudian mulai merasakan gejala kesehatan pada Selasa malam hingga hari ini, Rabu (23/9/2026). Diduga siswa mengalami keracunan makanan, meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
Dari total 361 siswa yang mengalami keluhan, penanganan dilakukan sesuai kondisi masing-masing. Sebanyak 70 siswa telah mendapatkan obat di lingkungan sekolah, sementara 15 siswa diperiksa dan mendapat pengobatan di Puskesmas Sampang sebelum diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Sementara itu, enam siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Sampang. Sebanyak 19 siswa lainnya harus dirujuk ke RSUD Cilacap untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Hasanduddin mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan tim kesehatan untuk menangani para siswa yang mengalami keluhan.
Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG
“Yang terpenting bagi kami diberikan penanganan kesehatan bagi para siswa yang diduga mengalami keracunan,” kata Hasanduddin.
Dinkes Cilacap Terjunkan Dua Tim
Dinkes Cilacap menerjunkan dua tim dengan melibatkan tenaga kesehatan dari lima puskesmas. Kelima fasilitas kesehatan tersebut yakni Puskesmas Sampang, Maos, Adipala 1, Adipala 2, dan Kesugihan 1.
Selain menangani siswa yang mengalami keluhan, tim juga disiapkan untuk melakukan pemeriksaan di lapangan, termasuk membantu proses evakuasi maupun rujukan apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dari data Dinkes Kabupaten Cilacap, dari 992 siswa dan 68 staf SMAN 1 Sampang, sebanyak 361 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Dengan perincian, 108 siswa kelas X, 125 siswa kelas XI, dan 128 siswa kelas XII.
Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar
Belum diketahui pasti penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal tersebut. Dinkes Cilacap masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan untuk memastikan apakah kondisi para siswa berkaitan dengan makanan MBG yang dibagikan sebelumnya.
Untuk mengetahui penyebabnya, Dinkes berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Petugas akan melakukan pengecekan lokasi sekaligus mengambil sampel makanan yang dibagikan kepada siswa.
“Langkah selanjutnya kami koordinasi dengan pihak SPPG untuk melakukan pengecekan lokasi dan pengambilan sampel,” ujar Hasanduddin.
Sampel makanan tersebut selanjutnya akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan atau faktor penyebab yang berkaitan dengan dugaan keracunan tersebut.
Hasanduddin menjelaskan, waktu munculnya keluhan menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam proses pemeriksaan. Sebagian siswa mulai merasakan gejala sejak Selasa malam, sementara keluhan lainnya muncul pada Rabu pagi hingga siang.
Baca juga: Peringati HUT Humas Polri ke - 75, Polres Kebumen Bantu Warga Terdampak Kekeringan
“Artinya kemungkinan ini makanan yang kemungkinan kemarin, karena gejala ini sudah dirasakan tadi malam, ada yang tadi pagi hingga siang,” jelasnya.
Sampai saat ini Dinkes Cilacap masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut. Untuk sementara, prioritas utama pemerintah adalah memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhannya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.