Wacana Relokasi PKL Jalan Bung Karno Purwokerto Tuai Dukungan, Muncul Usulkan CFD Setiap Akhir Pekan

Berita Advertorial
Caption Foto : Suasana pagi di Jalan Bung Karno saat akhir pekan pejalan kaki, pelari, kendaraan dan PKL berbaur. (Foto : Hermiana E.Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Bung Karno, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menyambut positif wacana tersebut karena berharap kawasan yang menjadi salah satu ikon baru Kota Purwokerto itu bisa lebih tertata, bersih, dan nyaman untuk aktivitas masyarakat.

Dukungan terutama datang dari warga yang rutin memanfaatkan kawasan Jalan Bung Karno untuk berolahraga, seperti berjalan kaki maupun berlari pada pagi hari, khususnya saat akhir pekan.

Keberadaan deretan lapak pedagang di sepanjang jalan dinilai perlu ditata kembali agar tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya. Apalagi, kawasan tersebut semakin ramai dikunjungi masyarakat untuk menghabiskan waktu pada Sabtu dan Minggu.

Salah seorang warga Purwokerto Utara, Hening mengatakan, penataan dan relokasi PKL akan memberikan ruang lebih nyaman bagi masyarakat yang ingin berolahraga di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi trotoar di Jalan Bung Karno yang tidak terlalu lebar membuat sebagian warga akhirnya memilih berjalan kaki atau berlari di badan jalan. Situasi tersebut semakin kurang nyaman ketika sejumlah lapak PKL juga memenuhi area di sepanjang jalan.

Baca juga: Satresnarkoba Polresta Banyumas Bongkar Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang Banyumas, 1.138 Liter Disita

“Memang sudah waktunya ditertibkan, saya juga bingung, kalau Sabtu-Minggu Jalan Bung Karno ini seperti kawasan Car Free Day (CFD), tetapi ada kendaraan yang melintas. Kalau bukan kawasan CFD, kok banyak sekali PKL,” tuturnya.

Hening menilai perlu ada pengaturan yang lebih jelas mengenai fungsi kawasan Jalan Bung Karno, terutama pada akhir pekan ketika aktivitas masyarakat meningkat. Ia mengusulkan agar para pedagang diberikan lokasi khusus untuk berjualan, seperti di kawasan Madang Maning Park atau tempat lain yang memungkinkan. Dengan begitu, aktivitas ekonomi para PKL tetap bisa berjalan tanpa harus menggunakan badan jalan maupun mengganggu ruang publik.

Menurutnya, penataan tersebut bukan berarti menghilangkan kesempatan pedagang untuk mencari nafkah. Sebaliknya, penyediaan lokasi berjualan yang lebih terorganisasi dapat membuat aktivitas perdagangan dan kegiatan masyarakat berlangsung berdampingan.

Caption : Caption Foto : Suasana pagi di Jalan Bung Karno saat akhir pekan. (Foto : Hermiana E.Effendi).

Baca juga: Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas, Masjid Tertua dengan Satu Tiang Penyangga dan Kisah Kera Penjaganya

Muncul Usulan Jalan Bung Karno Jadi Kawasan CFD Saat Weekend

Selain relokasi PKL, gagasan menjadikan Jalan Bung Karno sebagai kawasan CFD setiap akhir pekan juga mulai mengemuka di tengah masyarakat.

Adri, salah seorang warga yang ditemui saat berolahraga di kawasan tersebut pada Minggu (1/11/2026), mengusulkan agar Pemkab Banyumas mempertimbangkan penerapan CFD pada Sabtu dan Minggu. Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk berolahraga di Jalan Bung Karno menjadi alasan kawasan tersebut layak dipertimbangkan sebagai ruang aktivitas publik tanpa kendaraan bermotor pada waktu-waktu tertentu.

“Kalau saya boleh usul, jadi kawasan CFD saja saat Sabtu-Minggu, namun di luar hari itu, jalan harus bersih PKL,” tuturnya.

Usulan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif penataan kawasan. Dengan penerapan CFD pada akhir pekan, masyarakat bisa lebih leluasa berjalan kaki, berlari, bersepeda, maupun melakukan aktivitas olahraga lainnya.

Baca juga: Makam Syekh Baribin di Gunung Grenggeng Jadi Sorotan, Budayawan Banyumas Ungkap Temuan Berbeda

Di sisi lain, pengaturan waktu dan lokasi aktivitas perdagangan juga diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih antara kepentingan pedagang, pengunjung, dan pengguna jalan. 

Pandangan serupa disampaikan Dian, warga Patikraja. Meski tidak terlalu sering berolahraga di kawasan Jalan Bung Karno, ia mengaku kurang nyaman melihat kondisi sejumlah titik yang dipenuhi lapak pedagang tanpa penataan yang seragam.

Menurut Dian, kawasan Jalan Bung Karno merupakan salah satu bagian penting dari wajah baru Kota Purwokerto. Karena itu, keberadaan PKL semestinya diiringi pengaturan lokasi dan tata letak yang jelas sehingga tidak menimbulkan kesan semrawut. Menurutnya, penataan perlu dilakukan sejak awal agar jumlah pedagang yang berjualan di pinggir jalan tidak terus bertambah tanpa pengaturan.

“Terkesan kumuh, apalagi yang dari Menara Teratai ke utara, pedagang menggelar lapak semaunya. Ini kan jalan baru dan berada di pusat Kota Purwokerto, sebagai salah satu ikon Kota Purwokerto lagi, seharusnya tertata dan bersih,” ucapnya.

Menurutnya, kawasan yang berada di pusat kota dan menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk beraktivitas maupun berwisata seharusnya memiliki tata ruang yang nyaman, bersih, dan tertib. Penataan PKL juga perlu memperhatikan keberadaan fasilitas umum, akses pejalan kaki, kebersihan lingkungan, serta kelancaran lalu lintas.

Baca juga: GAPEKA 2026 Ubah Jadwal dan Rute Kereta Api, KA Pangandaran Kini Sampai Sidareja

Keberadaan PKL memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, aktivitas perdagangan di ruang publik tetap membutuhkan pengaturan agar tidak mengurangi fungsi fasilitas umum.

Wacana relokasi PKL Jalan Bung Karno pun membuka ruang pembahasan lebih luas mengenai bagaimana kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus tetap memberikan peluang ekonomi bagi pedagang.

Harapannya, penataan yang dilakukan nantinya tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih rapi dan bersih, tetapi juga mampu menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat untuk berolahraga, kenyamanan pengunjung, kelancaran lalu lintas, dan keberlangsungan usaha para PKL.

Dengan perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai pihak, Jalan Bung Karno diharapkan dapat berkembang menjadi ruang publik kebanggaan masyarakat Banyumas, tempat warga beraktivitas, menikmati suasana kota, sekaligus menjadi kawasan ekonomi yang tertata dan memberikan manfaat bagi semua. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: