Unsoed Uji Mie Bebas Gluten dan Olahan Nanas kepada 300 Responden

Ini Produk yang Paling Disukai
Caption Foto : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed menggadakan uji mie bebas gluten kepada konsumen.(Foto : Dok. Unsoed).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Sejumlah produk pangan hasil pengembangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mulai diuji langsung kepada calon konsumen. Sebanyak 300 responden dilibatkan untuk memberikan penilaian terhadap mie fungsional bebas gluten berbasis tepung singkong termodifikasi hingga beragam produk olahan nanas.

Uji penerimaan konsumen tersebut digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed, dengan melibatkan responden dari lingkungan Unsoed maupun masyarakat umum. Pembimbing kegiatan, Dr. Santi Dwi Astuti mengatakan, uji coba tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat penerimaan konsumen terhadap produk yang telah dikembangkan. Hasil penilaian akan digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum produk dikembangkan menuju produksi lebih luas dan komersialisasi.

“Uji coba ini penting untuk melihat bagaimana penerimaan konsumen terhadap produk yang sudah kami kembangkan. Dari penilaian dan masukan responden, kami dapat mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki, baik dari formulasi maupun karakteristik produknya,” jelasnya.

Sebanyak 200 responden mengikuti uji produk pada hari pertama, sedangkan 100 responden lainnya berpartisipasi pada hari kedua. Mereka diminta mencicipi produk yang disiapkan kemudian memberikan penilaian, kritik, serta saran.

Salah satu produk yang diuji adalah mie fungsional bebas gluten berbasis tepung singkong termodifikasi. Produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan pangan yang tengah dipersiapkan untuk meningkatkan tingkat kesiapan teknologi sekaligus membuka peluang menuju tahap komersial.

Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut

Selain mie bebas gluten, tim Unsoed menghadirkan sejumlah inovasi berbahan dasar nanas. Produk yang diuji cukup beragam, mulai dari cocktail premium dengan gula rendah kalori, cocktail dengan gula pasir, minuman nanas original, minuman nanas yang dicampur teh, hingga jelly drink. Tim juga menguji sirup atau konsentrat nanas, selai nanas, serta selai nanas dengan campuran labu siam. Seluruh produk tersebut diberikan kepada responden untuk mendapatkan gambaran mengenai selera dan tingkat penerimaan konsumen.

Masukan Konsumen Untuk Penyempurnaan Produk

Dr. Santi mengatakan, tahapan pengujian kepada konsumen menjadi bagian penting sebelum produk diarahkan pada produksi bersama mitra.

“Kami berharap hasil uji coba ini dapat memberikan data dan masukan yang cukup untuk penyempurnaan produk, sehingga produk yang nantinya diproduksi bersama mitra benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan penerimaan konsumen,” lanjutnya.

Masukan dari masyarakat tidak hanya digunakan untuk melihat produk yang paling disukai. Kritik dan saran juga menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian produk yang masih membutuhkan penyempurnaan, termasuk formulasi dan karakteristiknya.

Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam

Yuyun, salah satu anggota tim pelaksana, menuturkan bahwa respons konsumen menjadi pertimbangan penting sebelum produk dipasarkan.

“Tujuannya yang pertama untuk menilai respons atau umpan balik dari konsumen. Dari situ bisa diketahui apakah masih ada kekurangan atau kritik terhadap produk, sehingga formulanya dapat diperbaiki sebelum dipasarkan,” ujar Yuyun.

Pelaksanaan uji coba turut melibatkan mahasiswa dari bidang Agribisnis, Teknologi Pertanian, dan Teknologi Pangan. Sebanyak 20 mahasiswa mendampingi 200 responden pada hari pertama, sementara 10 mahasiswa mendampingi 100 responden pada hari kedua. Dari respons awal selama pelaksanaan uji coba, minuman nanas menjadi salah satu produk yang paling banyak disukai responden. Setelah itu, selai nanas dan jelly drink juga mendapat respons positif.

“Kalau dilihat dari respons kemarin dan hari ini, yang paling banyak disukai adalah minuman nanas, kemudian selai dan jelly drink,” kata Yuyun.

Hasil penilaian dari 300 responden selanjutnya akan diolah menjadi bahan evaluasi tim Unsoed. Data tersebut akan membantu menentukan produk yang akan dikembangkan lebih lanjut bersama mitra. Uji konsumen ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan hasil riset Unsoed menuju produk yang lebih siap diproduksi dan dipasarkan. Dengan memperoleh masukan langsung dari masyarakat, penyempurnaan produk diharapkan dapat dilakukan sebelum memasuki tahap komersialisasi. (*)

Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: