UIN Walisongo Dorong Santri Jadi Generasi Peduli Lingkungan, Sekolah Nol Sampah Mulai Digelorakan

Daerah Pendidikan
By Hervina  —  On Sep 16, 2026
Caption Foto : kegiatan siswa UIN Walisongo Semarang bertajuk Green Talk "Kenali dan Rawat Si Jati, Pohon Sejuta Manfaat" ( Foto : Dok. UIN Walisongo )

ORBIT-NEWS.COM, BLORA – Menjaga lingkungan tidak hanya menjadi persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga bagian dari nilai keagamaan. Semangat tersebut coba ditanamkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kepada generasi muda melalui program Ecogenz.

Bersama Yayasan Perguruan Islam (YPI) PSM Randublatung dan Perum Perhutani KPH Randublatung, UIN Walisongo mengajak santri SMK PSM Randublatung untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekaligus terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi.

Kegiatan dikemas melalui Green Talk bertajuk “Kenali dan Rawat Si Jati, Pohon Sejuta Manfaat” di YPI PSM Randublatung, Kabupaten Blora, Selasa (15/9/2026).

Acara tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-83 Pesantren Sabilul Muttaqien (PSM). Sebanyak 25 siswa sekaligus santri SMK PSM Randublatung mengikuti kegiatan dengan antusias.

Ekoteologi Ditanamkan Lewat Aksi Nyata

Baca juga: Tak Lagi Sekadar Mimpi, Ajeng dari Kampung Sri Rahayu Kini Jadi Sarjana Berkat Beasiswa PSDK UMP

Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Walisongo sekaligus Ketua YPI PSM Randublatung, Alifa Nur Fitri, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan memiliki kaitan erat dengan ajaran Islam.

Menurutnya, manusia memiliki kedudukan sebagai khalifah fil ardh yang membawa tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola bumi.

“Manusia memiliki peran sebagai pemimpin, pengatur, dan penanggung jawab di muka bumi. Karena itu, alam harus dikelola dan dimakmurkan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan ajaran Allah SWT,” kata Alifa.

Ia menuturkan, penguatan nilai ekoteologi penting diberikan kepada santri agar kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai pengetahuan.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk menerjemahkan kepedulian terhadap alam dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah maupun rumah.

Baca juga: SPMB 2026 Jadi Sorotan DPR, 60 Ribu Kursi PTN Tak Terisi hingga Rencana Kuliah Gratis 2027

“Melalui kegiatan ini, santri SMK PSM Randublatung bisa memanfaatkan alam sesuai dengan tema HUT ke-83, yaitu Eratkan Persatuan PSM Berkelanjutan,” ujarnya.

Alifa menambahkan, pihaknya ingin budaya peduli lingkungan tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Salah satu target yang didorong adalah menciptakan lingkungan sekolah yang bersih melalui gerakan menuju sekolah nol sampah.

Caption : Sosialisasi program ecogenz untuk mengajak siswa merawat bumi dan mewujudkan sekolah nol sampah

Sampah  Dapur Diubah Jadi Produk Bermanfaat

Tidak hanya berdiskusi mengenai lingkungan, kegiatan Ecogenz juga diisi dengan praktik pengolahan sampah organik.

Baca juga: 12 Mahasiswa Internasional Diwisuda, Bawa UMP Mendunia

Dua mahasiswa UIN Walisongo yang tergabung dalam Walisongo Public Relations Community (WPRC), Naila Syarifah dan Atina Alda Sadena, mengajak para santri memanfaatkan sisa dapur untuk membuat ecoenzim dan Mikroorganisme Lokal (MOL).

Para peserta diperkenalkan dengan cara sederhana mengolah bahan-bahan seperti sayuran, kulit buah, hingga nasi basi agar tidak langsung berakhir sebagai sampah.

“Ecoenzim dan MOL ini bermanfaat bagi alam karena mampu mengolah sampah rumah tangga seperti sayur, kulit buah, dan nasi basi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” jelas Naila.

Menurutnya, pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Rumah dan sekolah menjadi tempat yang strategis untuk membangun kebiasaan tersebut.

“Dari sisa dapur untuk bumi lestari. Ecoenzim dan MOL menjadi salah satu solusi ramah lingkungan yang bisa dimulai dari rumah kita sendiri. Bumi lestari dimulai dari langkah sederhana hari ini,” katanya.

Baca juga: Unsoed Salurkan Bantuan Air Bersih ke 84 Desa di Banyumas, Jangkau 21 Kecamatan

Kenalkan Pohon Jati dan Manfaatnya

Materi lingkungan kemudian diperluas dengan mengenalkan potensi vegetasi lokal kepada para santri.

Pendamping Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Perum Perhutani KPH Randublatung, Daruwati, memperkenalkan pohon jati yang selama ini menjadi salah satu vegetasi penting di kawasan tersebut.

Para santri mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat pohon jati, tidak hanya dari aspek ekologis, tetapi juga kaitannya dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Daruwati menilai edukasi semacam ini penting karena generasi muda merupakan salah satu kelompok yang akan menentukan keberlanjutan lingkungan pada masa mendatang.

Baca juga: 4 Tahun Kuliah di UMP, Wisudawan Asal Mali Ini Fasih Ngapak dan Jatuh Hati pada Mendoan

“Kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda agar peduli dengan alam,” ungkap Daruwati.

Sekolah Jadi Ruang Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan

Kepala SMK PSM Randublatung, Mulyono, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.

Ia menilai pembelajaran mengenai lingkungan akan lebih mudah dipahami ketika siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga ikut melakukan praktik secara langsung.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen untuk memberikan pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan,” tegas Mulyono.

Baca juga: Mengenang Kevin Duta Justisia, Wisudawan UMP yang Berpulang Sebelum Kenakan Toga

Kolaborasi UIN Walisongo, YPI PSM Randublatung, dan Perum Perhutani KPH Randublatung tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan baru di lingkungan sekolah.

Semangat menjaga bumi kemudian dipadukan dengan nilai keagamaan dan pendidikan karakter. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak sekadar menjadi tema kegiatan, tetapi tumbuh menjadi bagian dari keseharian para santri. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: