ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Bagi Ajeng Bai'ah Nunif, toga yang dikenakan saat wisuda memiliki cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar perjalanan empat tahun di bangku kuliah. Di balik keberhasilannya menjadi sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), ada keterbatasan ekonomi, mimpi yang sempat terkubur, hingga sebuah kesempatan yang akhirnya mengubah arah hidupnya.
Ajeng merupakan salah satu penerima Beasiswa Pusat Studi Dakwah Komunitas (PSDK) Rumah Bertumbuh Indonesia (RBI) UMP. Beasiswa tersebut membuka jalan bagi perempuan asal Kampung Sri Rahayu, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kampung Sri Rahayu selama ini dikenal sebagai kampung pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT), namun perlahan stigma tersebut berubah.
Selepas menamatkan pendidikan di SMK, Ajeng sempat menganggap kuliah sebagai sesuatu yang sulit diwujudkan. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus mengubur keinginan untuk melanjutkan pendidikan. Namun, keadaan berubah ketika kesempatan memperoleh Beasiswa PSDK UMP datang.
Bantuan tersebut bukan hanya membuat Ajeng bisa mendaftar dan menjalani perkuliahan, tetapi juga memberinya kesempatan untuk mengejar cita-cita yang sebelumnya terasa begitu jauh.
“Saya sampai sekarang masih tidak menyangka bisa menyelesaikan perkuliahan sampai tahap ini berkat Beasiswa PSDK UMP. Setelah lulus SMK, awalnya saya merasa tidak mungkin bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga,” ujar Ajeng, usai diwisuda, Minggu (4/10/2026).
Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut
Kesempatan tersebut, ia manfaatkan sebaik mungkin. Ajeng memilih Program Studi Psikologi UMP dan menjalani proses perkuliahan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studinya. Bagi Ajeng, kelulusan tersebut menjadi bukti bahwa kondisi ekonomi bukan satu-satunya penentu masa depan.
“Beasiswa ini mengubah segalanya dan mewujudkan impian yang tadinya terasa mustahil bagi saya,” katanya.
Dari Kampung Sri Rahayu hingga Bangku Kuliah
Perjalanan pendidikan Ajeng tidak bisa dilepaskan dari peran PSDK UMP yang selama ini melakukan pendampingan masyarakat di Kampung Sri Rahayu. Program pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada persoalan sosial dan ekonomi, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan.
Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, pendidikan tinggi sering kali menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Karena itu, keberadaan program beasiswa menjadi salah satu upaya untuk membuka kesempatan bagi generasi muda agar dapat melanjutkan pendidikan dan memiliki pilihan masa depan yang lebih luas. Ajeng menjadi salah satu gambaran dari proses tersebut.
Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam
Setelah berhasil menyelesaikan kuliah, ia kini memiliki bekal pendidikan yang dapat digunakan untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya sekaligus membantu keluarganya.
“Akhirnya saya bisa lulus dan memakai toga. Ini bukan sekadar tentang selembar ijazah. Bagi saya, ini merupakan jalan untuk memperbaiki masa depan keluarga dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Ajeng melihat beasiswa bukan semata-mata sebagai bantuan biaya pendidikan. Menurutnya, kesempatan tersebut telah membuka pintu yang sebelumnya hampir tertutup. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UMP dan PSDK yang telah memberikan kepercayaan serta kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Terima kasih banyak untuk UMP dan program PSDK yang telah percaya dan memberikan kesempatan ini kepada saya,” ucap Ajeng.
Pendidikan Harus Bisa Mengubah Masa Depan
Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare
Keberhasilan Ajeng mendapatkan perhatian dari Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso. Ia menilai perjalanan Ajeng menunjukkan pentingnya membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam proses akademik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan sosial melalui pendidikan.
“Bagi UMP, kisah Ajeng bukan hanya tentang seorang mahasiswa yang berhasil menyelesaikan kuliah. Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan dapat membuka jalan baru bagi seseorang dan keluarganya,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso.
Ia menegaskan, mahasiswa yang memiliki kemauan untuk belajar tetapi terkendala kondisi ekonomi tetap harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
“Ketika ada anak yang memiliki kemauan belajar tetapi terkendala secara ekonomi, perguruan tinggi harus berupaya hadir memberikan kesempatan,” katanya.
Menurut Prof Jebul, program beasiswa melalui PSDK UMP menjadi bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan yang memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat, lanjut dia, tidak cukup dilakukan melalui bantuan jangka pendek. Pendidikan perlu menjadi bagian penting karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berpotensi memberikan perubahan hingga generasi berikutnya.
Baca juga: 5 Cafe Kekinian yang Ramai di Purwokerto, Cocok untuk Nongkrong dan Ngopi
“Pemberdayaan masyarakat harus sampai pada bagaimana kita menyiapkan generasi berikutnya agar memiliki masa depan yang lebih baik. Salah satu jalannya adalah pendidikan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, ketika seorang anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi memperoleh kesempatan kuliah hingga lulus dan kemudian mampu meningkatkan kehidupan keluarganya, manfaat pendidikan tidak berhenti pada individu tersebut.
“Kalau satu anak dari keluarga dengan keterbatasan kemudian dapat kuliah, lulus, bekerja, dan kelak mengangkat kehidupan keluarganya, maka pendidikan telah menjalankan fungsi transformasinya,” pungkasnya.
Kini, perjalanan Ajeng menjadi sarjana menjadi bagian dari cerita Kampung Sri Rahayu. Dari lingkungan tempat ia tumbuh, ia berhasil menembus keterbatasan dan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Toga yang dikenakannya menjadi simbol dari sebuah kesempatan yang dimanfaatkan dengan perjuangan. Lebih dari itu, kelulusan Ajeng menunjukkan bahwa ketika akses pendidikan dibuka, mimpi yang sebelumnya terasa mustahil pun dapat perlahan diwujudkan. (*)
Baca juga: Kebun Teh Panama Wonosobo, Wisata Sejuk dengan Hamparan Hijau dan Spot Foto Estetik
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.