Tembus 10 Besar Nasional, UMP Duduki Peringkat 8 PTMA Berdasarkan SINTA

Banyumas Raya Pendidikan
By Vivin  —  On Aug 13, 2026
Caption Foto : Universitas Muhammadiyah Purwokerto ( Foto : Dok. UMP )

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) semakin menunjukkan tajinya di kancah riset nasional. Kampus tersebut berhasil menembus 10 besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik di Indonesia berdasarkan SINTA Score 3 Years.

Data Science and Technology Index (SINTA) mencatat UMP berada di peringkat kedelapan dengan skor 172.389. Capaian ini menempatkan UMP bersaing dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Posisi UMP bahkan berada di atas sejumlah PTMA lainnya. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berada di peringkat berikutnya dengan skor 170.436, disusul Universitas Muhammadiyah Makassar dengan skor 162.493.

Bukan Sekadar Angka di Papan Peringkat

Skor SINTA tersebut bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat rekam jejak penelitian, publikasi ilmiah, sitasi, kekayaan intelektual, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai luaran akademik yang dihasilkan sivitas akademika UMP.

Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP, Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.Si., QIA, menyebut capaian tersebut sebagai buah dari kerja bersama seluruh unsur kampus.

“Alhamdulillah, masuknya UMP dalam 10 besar PTMA dengan capaian riset terbaik di Indonesia menjadi kabar yang membanggakan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penelitian,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmasi di Purwokerto, Rabu (12/8).

Menurutnya, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan posisi, melainkan meningkatkan kualitas dan dampak penelitian.

Sebab, riset yang baik tidak seharusnya berhenti di jurnal atau laporan penelitian. Hasil penelitian harus mampu melahirkan inovasi, teknologi tepat guna, rekomendasi kebijakan, maupun solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti pada laporan atau publikasi. Hasil riset harus terus didorong agar dapat dikembangkan menjadi inovasi, rekomendasi kebijakan, teknologi tepat guna, maupun berbagai solusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Perkuat Kolaborasi, Libatkan Mahasiswa

Untuk menjaga momentum tersebut, UMP terus mendorong kolaborasi penelitian. Dosen dan peneliti didorong tidak hanya bekerja dalam lingkup program studi masing-masing, tetapi juga membangun jejaring lintas disiplin, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, hingga mitra internasional.

Sri Wahyuni menilai kolaborasi menjadi semakin penting karena persoalan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks.

“Riset masa depan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar penelitian semakin kuat secara akademik sekaligus semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Mahasiswa juga mendapat ruang lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan penelitian. Selain memperkuat budaya akademik, keterlibatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa terbiasa dengan proses riset sejak berada di bangku kuliah.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Peringkat Bukan Garis Akhir

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., menyambut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif sivitas akademika.

“Kami bangga dengan capaian prestasi UMP yang menempati peringkat kedelapan PTMA dengan capaian riset terbaik di Indonesia. Ini merupakan hasil kerja tim LPPM UMP dan seluruh dosen di UMP,” ungkapnya.

Meski demikian, Darmawan mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat UMP cepat berpuas diri.

Penguatan ke depan akan diarahkan pada peningkatan kualitas penelitian, produktivitas publikasi, sitasi, hilirisasi hasil riset, kekayaan intelektual, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian.

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

“Peringkat menjadi salah satu indikator untuk mengukur perkembangan kita. Namun, tujuan yang lebih besar adalah menghadirkan penelitian yang berkualitas dan berdampak,” tegasnya.

Capaian skor 172.389 menjadi pijakan baru bagi UMP untuk memperkuat reputasi akademik. Kampus tersebut ingin memastikan riset tidak hanya menghasilkan angka dalam pemeringkatan, tetapi juga melahirkan karya yang menjadi rujukan dan memberikan manfaat nyata.

“Kami bersyukur atas capaian ini, tetapi tentu tidak boleh cepat berpuas diri. Ini justru menjadi energi untuk meningkatkan kualitas, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan lebih banyak riset yang memberikan kebermanfaatan,” pungkas Darmawan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: