ORBIT-NEWS.COM, CILACAP — Upaya peningkatan kualitas layanan terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto. Salah satu fokus pengembangan saat ini adalah revitalisasi Stasiun Maos di Kabupaten Cilacap guna menghadirkan fasilitas yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pelanggan.
Program pembenahan yang sedang berlangsung mencakup peninggian dua peron agar sejajar dengan lantai kereta api. Selain itu, panjang peron juga diperluas secara signifikan dari sebelumnya 135 meter menjadi 296 meter. Langkah ini disiapkan untuk mengakomodasi rangkaian kereta yang lebih panjang sekaligus memperlancar proses naik-turun penumpang.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan perusahaan dalam menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
“Revitalisasi ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan yang semakin nyaman, aman, dan modern bagi pelanggan,” terangnya, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Waspadai Risiko dan Legalitas Investasi Emas Digital
As'ad menjelaskan, penyesuaian tinggi peron tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Tidak berhenti pada peron, KAI juga melakukan pembaruan sejumlah fasilitas pendukung. Kanopi peron (overcapping) diperpanjang untuk memberikan perlindungan lebih optimal dari cuaca. Di area dalam stasiun, perbaikan dilakukan pada atap dan lantai, termasuk penggantian keramik dengan material granit agar lebih kuat dan representatif. Musala stasiun pun turut direvitalisasi supaya lebih layak digunakan oleh penumpang.
“Seluruh pembenahan ini kami targetkan selesai sebelum periode Angkutan Lebaran 2026 agar masyarakat dapat langsung merasakan peningkatan kenyamanan saat menggunakan layanan di Stasiun Maos,” tambah As’ad.
Persiapan Hadapi Lonjakan Penumpang
Pekerjaan revitalisasi ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026. Penyelesaian proyek ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan KAI Daop 5 menghadapi lonjakan penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026 yang setiap tahun menunjukkan tren peningkatan.
Selama proses pembangunan berlangsung, KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan kenyamanan. Manajemen memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan standar keselamatan ketat tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta.
Data KAI menunjukkan, sepanjang 2025 Stasiun Maos melayani rata-rata 8.600 penumpang berangkat dan 8.100 penumpang datang setiap bulan. Angka tersebut menegaskan peran stasiun ini yang semakin penting sebagai penggerak mobilitas masyarakat di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
Saat ini Stasiun Maos melayani berbagai tujuan strategis, antara lain Cilacap, Purwokerto, Bandung, Jakarta, Solo, Surabaya, hingga Banyuwangi, dengan pilihan layanan kelas ekonomi maupun eksekutif. Dengan peningkatan infrastruktur yang tengah berjalan, KAI Daop 5 optimistis Stasiun Maos akan berkembang menjadi simpul transportasi yang lebih andal serta mampu menarik pertumbuhan jumlah penumpang dalam beberapa tahun ke depan.