ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi terus memperkuat langkah untuk menarik investasi ke daerah dengan membuka peluang pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan strategis bersama investor asal Singapura, Sembcorp Industries, yang telah menjadi mitra pengembangan KEK Kendal.
Pertemuan yang berlangsung di Kota Semarang, Selasa (21/7/2026), menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas kawasan industri sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan, pertemuan tersebut merupakan penjajakan lanjutan untuk memperkuat kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dan Sembcorp Industries.
"Sembcorp Industries ini pengelola dari KEK Kendal dan Jababeka. Karena sudah berjalan lancar untuk KEK Kendal, kami berharap akan ada kawasan industri lagi yang dibangun oleh Sembcorp di Jawa Tengah. Gubernur juga menyambut dengan baik dan sudah menawarkan potensi kawasan industri baru," kata Sakina.
Menurutnya, kawasan industri masih menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pemetaan sejumlah daerah yang dinilai memenuhi syarat untuk dikembangkan menjadi kawasan industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus baru.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
Salah satu persyaratan utama adalah ketersediaan lahan minimal seluas 50 hektare. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kajian serta dokumen investasi dalam bentuk proyek siap ditawarkan kepada calon investor.
"Saat ini sudah ada enam lokasi peruntukan industri yang akan menjadi kawasan industri. Bahkan, sudah ada pendekatan atau sounding kepeminatan dari investor," katanya.
Jateng Berpotensi Jadi Pusat Industri Baru
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries, Gareth Wong menilai, Jawa Tengah memiliki prospek besar sebagai pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia. Perusahaannya yang telah mengembangkan 26 kawasan industri di Singapura dan Vietnam kini melihat Jawa Tengah sebagai destinasi investasi strategis berikutnya.
"Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu," kata Gareth Wong.
Baca juga: DPU Banyumas Ingatkan Pentingnya PBG dan SLF, Legalitas Bangunan Dukung Keamanan dan Kenyamanan
Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri baru di Jawa Tengah diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin sejak Agustus 2025. Saat itu, Sembcorp Industries menyampaikan rencana perluasan KEK Kendal kepada Ahmad Luthfi, yang kini telah memasuki tahap realisasi dengan pengembangan kawasan dan masuknya perusahaan-perusahaan baru.
Data menunjukkan, akumulasi investasi di KEK Kendal hingga akhir 2025 telah mencapai Rp187,05 triliun. Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi di kawasan tersebut telah menembus sekitar Rp6 triliun atau mendekati target tahunan sebesar Rp9 triliun.
Keberhasilan KEK Kendal juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga Triwulan I 2026, kawasan tersebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi hampir 118 ribu orang serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Menurut Gareth, peluang pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah masih sangat luas karena didukung lokasi strategis, infrastruktur yang terus berkembang, dan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat," ujarnya.
Sebagai informasi, Sembcorp Industries merupakan perusahaan berbasis di Singapura yang telah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak 2016. Kolaborasi kedua pihak selama ini berfokus pada pengembangan kawasan industri, energi, serta pembangunan kawasan berkelanjutan, termasuk pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal yang menjadi salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.