Anggota MPR RI, Wastam : Pemuda dan Budaya Lokal Jadi Kekuatan Utama Merawat Pancasila di Banyumas

Sosialisasi Empat Pilar
Caption Foto : Anggota MPR RI, H Wastam SE. SH. MH di acara sosialisasi empat pilar di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. (Foto : Tim Wastam).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, H. Wastam SE. SH. MH menegaskan, generasi muda dan pelestarian budaya lokal merupakan dua kekuatan utama dalam menjaga eksistensi Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema Merawat Pancasila Menjaga Indonesia di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, tenaga pendidik, hingga pegiat sosial tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, H. Wastam menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan ideologi yang harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata seluruh elemen masyarakat.

"Merawat Pancasila berarti memastikan nilai persatuan, keadilan sosial, dan gotong royong benar-benar hadir dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam setiap kebijakan publik. Empat Pilar Kebangsaan menjadi benteng utama yang menjaga Indonesia tetap utuh menghadapi berbagai tantangan zaman," kata Wastam.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari perkembangan teknologi dan globalisasi, tetapi juga dari munculnya polarisasi, radikalisme, hingga lunturnya semangat kebangsaan. Karena itu, seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga nilai-nilai dasar bangsa.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

Selain menghadirkan H. Wastam, kegiatan tersebut juga menghadirkan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Banyumas, Sirin Hanafi, serta pegiat budaya asal Purwojati, Muhis Iswadi, yang memberikan perspektif mengenai peran pemuda dan budaya dalam memperkuat karakter kebangsaan.

Caption : Caption Foto : Masyarakat antusiasn mengikuti sosialisasi empat pilar di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Tim Wastam).

Pelopor dalam Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila

Sirin Hanafi mengatakan pemuda harus menjadi pelopor dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan positif yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial, mengembangkan ekonomi kreatif, hingga menangkal masuknya paham radikalisme melalui aktivitas yang produktif.

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

"Nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah diterima generasi muda jika dikemas melalui kegiatan yang mereka sukai, seperti olahraga, seni, media digital, maupun kewirausahaan sosial," ungkapnya.

Sementara itu, Muhis Iswadi menyoroti pentingnya menjaga budaya lokal sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas bangsa. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Banyumas sejak lama telah menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui tradisi gotong royong, semangat kebersamaan, serta falsafah cablaka yang menjunjung tinggi kejujuran.

"Bila budaya lokal terus dirawat, maka karakter bangsa juga akan tetap kuat. Kebudayaan menjadi akar yang memperkokoh nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya pengaruh budaya luar," ujarnya.

Sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang diikuti antusias peserta. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi menanamkan nilai Pancasila kepada Generasi Alpha, peran Karang Taruna di era digital, hingga implementasi sila kelima dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menjawab pertanyaan tersebut, Wastam menilai pendidikan menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Menurutnya, metode pembelajaran harus lebih adaptif dan mengedepankan keteladanan agar Pancasila tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi menjadi pedoman hidup.

Baca juga: Aspal Perlintasan Sebidang JPL 501 Sumpiuh Diperbaiki, KAI Daop 5 Purwokerto Apresiasi Dukungan Pemkab Banyumas

"Pancasila adalah kompas bangsa Indonesia. Nilai-nilainya harus diwariskan melalui pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman sehingga mampu membentuk generasi yang berkarakter dan cinta tanah air," tegasnya.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, masyarakat Banyumas diajak memperkuat sinergi antara pemerintah, pemuda, dunia pendidikan, dan pelaku budaya dalam menjaga persatuan bangsa. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan mampu menjadi fondasi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: