DPO Kunci Jaringan Fredy Pratama Ditangkap di Malaysia

Diduga Bawa Uang Narkoba Rp168 Miliar ke Thailand
Hukum dan Kriminal
By Ariyani  —  On Jun 22, 2026
Caption Foto : Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir . (Foto : Dok. Polri).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Upaya pembongkaran jaringan narkotika internasional yang dikendalikan Fredy Pratama kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Bareskrim Polri berhasil membawa pulang salah satu buronan prioritas, Frans Antoni, yang diduga menjadi pengatur keuangan sekaligus operator penting sindikat narkoba lintas negara tersebut.

Frans Antoni diamankan oleh Tim Delegasi Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026). Sehari kemudian, Jumat (19/6/2026), tersangka dipulangkan ke Indonesia melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), karena diketahui memasuki wilayah Malaysia secara ilegal. 

Penyidik menetapkan Frans Antoni sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 12 November 2023. Dalam struktur sindikat narkotika internasional Fredy Pratama, ia disebut memiliki peran yang sangat vital. Tak hanya mengendalikan aliran dana hasil bisnis haram tersebut, Frans juga diduga mengatur operasional lapangan dan menjalin koneksi dengan jaringan narkotika di luar negeri.

Hasil penyidikan mengungkap, selama periode 2017 hingga 2023, Frans Antoni diduga menjadi aktor utama dalam praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari perdagangan narkotika. Penyidik menemukan fakta bahwa Frans Antoni diduga melakukan perjalanan ke Thailand sekitar 168 kali untuk mengangkut uang hasil kejahatan narkotika.

Dalam setiap perjalanan, nilai dana yang dibawa diperkirakan mencapai sedikitnya Rp1 miliar. Sebelum dibawa keluar negeri, uang tersebut terlebih dahulu ditukarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia menjadi pecahan 1.000 Dolar Singapura guna menyamarkan asal-usulnya.

Baca juga: Oknum Kades di Banyumas Jadi Tersangka Penganiayaan

Selain itu, tersangka juga diduga menerima setoran tunai senilai total 1,2 juta Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle, yang disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

Penyidik turut mengungkap adanya tiga rekening penampungan di Bank BCA yang menggunakan identitas adik kandung tersangka, Steven Antoni. Rekening tersebut diduga dimanfaatkan sebagai sarana penyimpanan dan distribusi dana hasil tindak pidana narkotika.

Polri Kejar Aliran Dana dan Persempit Ruang Gerak Fredy Pratama

Setelah tiba di Indonesia, Frans Antoni langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Pemeriksaan difokuskan untuk menelusuri aliran dana sindikat, mengidentifikasi jaringan pendukung yang masih aktif, serta memperkuat upaya pengejaran terhadap Fredy Pratama yang hingga kini masih berstatus buronan internasional dan masuk daftar Red Notice.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut, penangkapan Frans Antoni menjadi langkah strategis dalam membongkar struktur organisasi sindikat narkotika internasional yang selama ini beroperasi secara terorganisir.

Baca juga: Dugaan TPPU Eks Karyawan Mandiri Taspen Masuk Tahap Penyidikan

“Frans Antoni merupakan salah satu figur penting dalam struktur jaringan Fredy Pratama. Perannya tidak hanya sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga sebagai pengendali keuangan dan penghubung jaringan internasional. Penangkapannya menjadi langkah strategis untuk membongkar secara menyeluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut,” jelasnya.

Polri menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan untuk melacak aset hasil kejahatan narkotika, menyita kekayaan yang berasal dari tindak pidana, serta memburu seluruh pihak yang masih terlibat, termasuk Fredy Pratama yang hingga kini belum berhasil ditangkap. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: