Jasirah Heritage Cycling 2026 Resmi Digelar, BI dan Pemprov Jateng Promosikan Wisata Sejarah hingga UMKM Lewat Gowes ke Borobudur

Daerah Olahraga
By Vivin  —  On Jun 20, 2026
Caption Foto : Sekda Jateng, Sumarno melepas peserta Jasirah Heritage Cycling 2026, Minggu (20/6/2026). (Foto : Dok. Diskomdigi Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Perjalanan menyusuri jejak sejarah Jawa Tengah dikemas dengan cara berbeda melalui gelaran Jasirah Heritage Cycling 2026 yang berlangsung Sabtu (20/6/2026). Menggabungkan olahraga, wisata budaya, dan promosi ekonomi daerah, kegiatan ini mengajak peserta mengayuh sepeda dari Kota Semarang menuju kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Sejak pagi hari, halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah dipenuhi antusiasme para pesepeda. Tepat pukul 06.10 WIB, rombongan diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menandai dimulainya perjalanan menelusuri sejumlah situs bersejarah yang menjadi identitas Jawa Tengah.

Berbeda dari kegiatan bersepeda pada umumnya yang berorientasi pada kecepatan atau kompetisi, Jasirah Heritage Cycling 2026 dirancang sebagai sarana mengenalkan kembali kekayaan sejarah dan destinasi wisata unggulan Jawa Tengah kepada masyarakat.

Sepanjang perjalanan, peserta melintasi berbagai bangunan bersejarah dan destinasi budaya, mulai dari kawasan Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Benteng Willem II Ungaran, Benteng Fort Willem I Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa, hingga Museum Diponegoro, Candi Mendut, Candi Pawon, dan berakhir di kawasan Candi Borobudur.

Sekda Jateng, Sumarno bahkan turut mengayuh sepeda bersama peserta hingga kawasan Benteng Fort Willem I Ambarawa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia dalam menghadirkan inovasi promosi pariwisata.

Baca juga: E-Retribusi Pasar Resmi Diluncurkan di Banyumas, Bayar Retribusi Kini Lebih Mudah, Transparan dan Minim Kebocoran

“Terima kasih kepada teman-teman BI yang selalu konsisten membantu dan berkolaborasi dengan program-program yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya kegiatan hari ini yang mendukung pengembangan sport tourism,” kata Sumarno.

Ia menilai sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran wisatawan dari luar Jawa Tengah diyakini dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan memberikan efek berganda bagi pelaku usaha lokal.

“Pertumbuhan ekonomi kita banyak ditopang sektor konsumsi, sehingga mendatangkan masyarakat dari luar Jawa Tengah menjadi penting, dan salah satunya melalui pariwisata,” ujarnya.

Sumarno berharap sinergi antara Pemprov Jateng dan Bank Indonesia dapat terus diperkuat, terutama karena pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Hadirkan Pengalaman Wisata Sejarah

Baca juga: MBG Jateng Wajib Gunakan Telur dan Ayam Lokal, Peternak Dipastikan Nikmati Manfaat Ekonomi

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho menjelaskan, konsep Jasirah Heritage Cycling lahir dari keinginan menghadirkan pengalaman wisata sejarah yang lebih interaktif dan diminati masyarakat.

“Kali ini kita bersepeda untuk melewati beberapa tempat wisata bersejarah. Makanya tahun ini kita menamakannya Jasirah Heritage Cycling,” ungkapnya.

Ia mengatakan rute yang dipilih sengaja dirancang untuk menghubungkan berbagai titik bersejarah sehingga peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal lebih dekat warisan budaya Jawa Tengah.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan destinasi wisata.

“Harapannya ini memberi manfaat buat masyarakat sekitar untuk mengembangkan perekonomian daerah, UMKM, dan ekonomi secara keseluruhan,” jelas Mohamad Noor.

Baca juga: BKPSDM Banyumas Jemput Bola Layani ASN, Program JEMPOL SERASI Permudah Akses Informasi Kepegawaian

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Jasirah bukan sekadar agenda gowes tahunan, melainkan bagian dari pengembangan platform digital promosi wisata sejarah Jawa Tengah. Melalui platform tersebut, masyarakat dari berbagai daerah dapat mengakses informasi destinasi wisata, mengenal nilai historisnya, hingga merencanakan kunjungan secara langsung.

Sebagai tindak lanjut, rangkaian kegiatan Jasirah Heritage Cycling 2026 juga akan diisi dengan pelatihan pengelolaan media sosial bagi perwakilan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat promosi digital destinasi wisata sekaligus memperluas jangkauan pemasaran potensi ekonomi lokal. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: