Berawal dari Terdesak Kompetitor, Inovasi Layanan Antar Obat JNE Purwokerto Kini Jadi Andalan Ribuan Pasien

Caption Foto : Layanan antar obat dari JNE Purwokerto membantu dan meringankan pasien di rumah sakit. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Senyum Lina, warga Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembang saat obat untuk ibunya datang diantar kurir PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Ucapan terima kasih disertai senyuman tulus, terlontar kepada sang kurir yang dengan ramah juga membalas senyumnya.

“Ibu saya sudah hampir satu tahun tidak bisa berjalan, setiap tiga bulan sekali harus kontrol ke rumah sakit. Kalau kontrolnya saya bisa mengantar, tetapi antrian obat yang lama itu, yang terkadang menyusahkan, karena saya di rumah juga ada anak kecil yang tidak bisa ditinggal lama. Beruntung ada layanan antar obat dari JNE, sehingga mempermudah pengobatan ibu saya,” tuturnya, Senin (15/6/2026).

Pernah suatu ketika, Lina harus mengantri obat hingga dua jam, sedangkan untuk antri pemeriksaan saja sudah lebih dari 1 jam. Beberapa kali ia dihubungi orang rumah, yang mengabarkan anaknya menangis mencarinya.

“Hati jadi tidak tenang, sedangkan kalau ditinggal, obat dibutuhkan hari itu juga, harus diminum malam harinya,” ungkapnya.

Sebagai ibu tiga orang anak, Lina cukup repot menjalani hari-harinya tanpa asisten rumah tangga. Suaminya, Ambarana bekerja dari pagi hingga sore hari, bahkan tak jarang lembur hingga malam. Selain tiga anak yang masih kecil-kecil, Lina juga harus mengurus sang ibu yang sudah tidak bisa beraktivitas normal lagi.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

“Ibu saya pernah dirawat di RS Wiradadi, saat mau pulang, saya mengantri di loket obat, kemudian oleh petugas ditawari apakah obat akan diantarkan ke rumah, dan saya langsung mengiyakan, karena antrian cukup panjang, ini sudah berlangsung cukup lama dan saya mempercayakan pengantaran obat ini kepada JNE, selain cepat, kurirnya juga ramah-ramah,” ucapnya.

Lina mengaku, baru tahu ada layanan antar obat saat itu. Selanjutnya, saat harus kontrol dan mengambil obat, ia selalu menggunakan jasa antar obat JNE.

“Senang sekali ada layanan yang mempermudah kita,” tuturnya.

Caption : Caption Foto : Lina, warga Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah merasakan manfaat layanan antar obat JNE yang mempermudahnya dalam merawat sang ibu. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

Inovasi Saat Terdesak Kompetitor

Layanan antar obat yang dinikmati Lina dan ribuan pasien lainnya, merupakan inovasi dari JNE Purwokerto di tengah kondisi semakin banyaknya kompetitor. Kepala Cabang JNE Purwokerto, Ma’riva Resi dalam perbincangan bersama  orbit-news.com mengatakan, sejak Tahun 2020, persaingan ekspedisi barang ramai, karena beberapa marketplace mulai membuka usaha tersebut.

“Sebagian besar konsumen kita dari pengiriman barang-barang marketplace. Jadi saat mareka juga membuka jasa pengiriman, maka otomatis konsumen kita akan banyak berkurang. Kita hanya kebagian wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh kurir mereka, seperti wilayah pinggiran,” kata Riva.

Melihat kondisi tersebut, Riva kemudian mencoba merambah ke perkantoran, produk-produk homemade hingga merambah ke jasa pengiriman obat.

Berawal dari keinginan Riva untuk membuat project Purwokerto to Purwokerto. Project tersebut dianggap mudah dipantau dan mudah pula dalam menjaga kualitas pelayanan, sebab melibatkan tim sendiri. Gayung bersambut, pihak rumah sakit yang didatangi pertama yaitu Rumah Sakit Margono Sukardjo (RSMS) Purwokerto kala itu, juga tengah melakukan pembenahan di pelayanan obat. Hal tersebut, karena antrian obat sangat panjang.

Baca juga: Aspal Perlintasan Sebidang JPL 501 Sumpiuh Diperbaiki, KAI Daop 5 Purwokerto Apresiasi Dukungan Pemkab Banyumas

RS Margono merupakan rumah sakit milik Propinsi Jawa Tengah yang berada di Purwokerto. Rumah sakit ini menjadi rujukan pasien dari berbagai daerah, mulai dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen hingga ke wilayah Jawa Barat, seperti Pangandaran, Ciamis dan lainnya.

Melihat banyaknya pasien dari berbagai daerah, layanan antar obat dari JNE pada akhirnya tidak hanya Purwokerto to Purwokerto saja, tetapi juga merambah ke luar daerah.

“RS Margono ini sangat disiplin dan detail, sampai dengan letter kode kita juga harus direvisi. JNE Purwokerto masuk berada di bawah Tegal, sehingga code resi menggunakan TGL. Pihak Margono tidak mau, dan minta untuk diubah dan dimasukan RSMS. Saya sampai membawa IT Margono ke pusat untuk mengubah sistem,” kenang Riva.

Sukses membuka layanan antar obat di RS Margono, beberapa rumah sakit mulai melirik jasa antar obat JNE. Hanya berselang satu bulan, Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto juga menjadi klien JNE. Kemudian berlanjut ke Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Wiradadi dan Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto.

Baca juga: Oknum Kades di Banyumas Jadi Tersangka Penganiayaan

Caption : Caption Foto : Petugas di JNE Purwokerto tengah memetakan rute pengiriman barang. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Evaluasi Berkala Demi Perbaikan Layanan

Demi menjaga kualitas pelayanan, secara berkala JNE melakukan evaluasi bersama rumah sakit. Riva menyatakan, meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin, namun tetap ada kendala yang terkadang datang.

Salah satunya adalah pengiriman obat kemasan botol yang pecah di perjalanan. Dari 7 obat kemasan botol yang dikirim, satu botol pecah. Mendapat pengaduan dari konsumen, Riva langsung mengambil langka cepat, dengan meminta resep ulang dan meminta JNE setempat untuk membeli lalu mengirimkan dengan segera.

“Kebetulan yang pecah adalah pengiriman obat ke Ciamis, jika harus dikirim ulang dari Purwokerto akan memakan waktu, sehingga saya berinisiatif meminta JNE Ciamis untuk membeli obat baru dan mengantarkannya. Dalam bisnis ini, kepercayaan dan menjaga kualitas pelayanan terhadap pelanggan adalah hal yang sangat kami utamakan,” tuturnya.

Baca juga: Dugaan TPPU Eks Karyawan Mandiri Taspen Masuk Tahap Penyidikan

Dari awal pengiriman obat hanya 25 persen di RS Margono, sekarang sudah meningkat menjadi 42 persen. 

Berawal dari tekanan persaingan bisnis, inovasi yang digagas JNE Purwokerto justru berkembang menjadi layanan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kini, ribuan pasien tak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre di loket farmasi. Sebaliknya, mereka dapat fokus pada proses pemulihan, sementara obat yang dibutuhkan datang langsung ke rumah. JNE Purwokerto berhasil menghadirkan kemudahan, kenyamanan, dan secercah ketenangan bagi keluarga yang tengah berjuang menjaga kesehatan orang-orang tercinta. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: