Libur Sekolah 2026, Kemenpar Ajak Warga Jelajahi Destinasi Dekat Rumah Lewat Kampanye #DiIndonesiaAja

Wisata
By Ariyani  —  On Jun 27, 2026
Caption Foto : Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya. (Foto : Dok. Kemenpar).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Momentum libur sekolah 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong masyarakat lebih mengenal kekayaan wisata dalam negeri. Melalui kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja”, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat menikmati pengalaman berlibur yang lebih praktis, hemat, dan tetap berkesan dengan mengunjungi destinasi wisata di sekitar tempat tinggal.

Kampanye tersebut diharapkan dapat meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara sekaligus memperkuat perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha pariwisata dan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung sektor ekonomi kreatif.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya mengatakan, tren perjalanan wisata masyarakat saat ini mengalami perubahan signifikan. Wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang lebih dekat, mudah dijangkau, serta menawarkan biaya perjalanan yang lebih efisien.

“Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah,” kata Nia.

Menurutnya, pola perjalanan seperti ini tidak hanya membantu menekan pengeluaran masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi nasional. Selain mampu menahan potensi keluarnya devisa ke luar negeri, pergerakan wisatawan domestik dinilai efektif mendukung pertumbuhan UMKM dan memperluas manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah.

Baca juga: Fenomena Gunung Kawi di Tengah Masyarakat, Antara Wisata Religi, Tradisi dan Beragam Mitos

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut dibarengi dengan perubahan preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan fleksibilitas perjalanan, kenyamanan, efisiensi biaya, serta destinasi yang dapat ditempuh dalam waktu singkat. Bahkan pada 2025, perjalanan wisata antarkabupaten maupun antarkota dalam satu provinsi menyumbang sekitar 67,7 persen dari total perjalanan wisata domestik di Indonesia.

“Pola ini juga sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan cenderung memilih destinasi terdekat karena lebih hemat biaya, mudah diakses, dan menawarkan beragam atraksi yang belum banyak dieksplorasi,” jelas nya.

Nia menilai tren tersebut menunjukkan masyarakat mulai menyadari bahwa destinasi wisata di sekitar tempat tinggal memiliki daya tarik yang tidak kalah menarik dibandingkan tujuan wisata jarak jauh.

Untuk memudahkan masyarakat menyusun agenda perjalanan selama musim libur sekolah, Kementerian Pariwisata menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bernama MaiA. Platform ini dikembangkan sebagai teman perjalanan digital yang dapat membantu wisatawan memilih destinasi, menyusun itinerary, menyesuaikan pilihan wisata dengan anggaran, hingga merekomendasikan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan keluarga maupun pelajar.

Baca juga: Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28-30 Agustus, Ini Rundown Acara dan Harga Tiketnya

Diskon Hingga 50 persen

Tak hanya sektor pariwisata, pemerintah juga menggandeng sektor perdagangan untuk menghidupkan aktivitas ekonomi selama musim liburan. Bersama Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI, Kemenpar meluncurkan program BINA Holiday & Back to School 2026 yang menawarkan berbagai promo menarik, mulai dari potongan harga hingga 50 persen hingga beragam aktivitas hiburan di pusat perbelanjaan. Program tersebut melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai, serta 414 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono memastikan, seluruh destinasi wisata telah dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan kunjungan selama masa libur sekolah.

Persiapan difokuskan pada penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) agar wisatawan dapat menikmati liburan dengan rasa aman, nyaman, sehat, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah juga memperkuat langkah mitigasi risiko melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan wilayah rawan bencana, hingga penyusunan berbagai modul keselamatan, termasuk pedoman penanganan keracunan pangan bagi pengelola destinasi wisata.

Baca juga: Pariwisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Wisman Tembus 6 Juta hingga Mei 2026

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati liburan sekolah dengan aman dan nyaman, serta membawa pulang pengalaman yang menyenangkan dan menjadi kenangan indah bersama keluarga di Indonesia,” kata Imam. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: