Caption Foto : Kondisi Pasar Hewan Cilongok yang tanpa atap. (Foto : Dok. DKUKMP Banyumas).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Revitalisasi Pasar Hewan Cilongok di Kabupaten Banyumas kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi pasar yang belum memiliki atap memadai, ditambah paving pasar yang rusak, dinilai sudah tidak representatif untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.
Komisi III DPRD Banyumas bersama Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas pun mulai mendorong percepatan perbaikan pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga di wilayah barat Banyumas tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Banyumas, Samsudin Tirta, mengatakan kondisi Pasar Hewan Cilongok saat ini memang membutuhkan penanganan segera, terutama pada fasilitas dasar yang berkaitan langsung dengan kenyamanan pedagang maupun pembeli.
“Kalau hujan, para pedagang dan hewan-hewan berteduh di pinggir-pinggir pasar. Hal ini tentu mengganggu aktivitas perdagangan, padahal pasar ini merupakan salah satu pusat perekonomian warga sekitar,” kata Samsudin.
Menurutnya, keberadaan pasar hewan memiliki peran strategis dalam menopang roda ekonomi masyarakat, khususnya para peternak dan pedagang hewan dari sejumlah kecamatan di Banyumas. Karena itu, perbaikan fasilitas pasar dinilai sangat penting agar aktivitas jual beli bisa berlangsung lebih nyaman, aman, dan tertata.
Tidak hanya persoalan atap pasar hewan, Samsudin juga menyoroti kondisi akses jalan menuju pasar yang mulai rusak serta area parkir yang dinilai kurang memadai. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Cilongok diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar.
“Kalau untuk atap pasar hewan, tahun depan sudah bisa dianggarkan, tetapi untuk rehab keseluruhan kemungkinan baru pada 2028 bisa dilakukan,” jelasnya.
Pembahasan mengenai pembangunan atap pasar hewan tersebut juga telah dilakukan bersama DKUKMP Kabupaten Banyumas. Langkah ini menjadi sinyal positif bahwa revitalisasi Pasar Hewan Cilongok mulai masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
Caption : Caption Foto : Komisi III DPRD Banyumas bersama Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas saat melihat langsung kondisi Pasar Hewan Cilongok. (Foto : Dok. DKUKMP Banyumas).
Sementara itu, Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE, mengungkapkan bahwa revitalisasi menyeluruh memang membutuhkan anggaran cukup besar. Namun khusus untuk pembangunan atap pasar hewan, kebutuhan anggarannya diperkirakan sekitar Rp 300 juta.
“Kondisinya memang sudah tidak representatif, tidak ada atap, kemudian cancangan untuk hewan juga banyak yang kurang memadai, paving di sekitarnya juga sudah rusak. Kita sudah melihat langsung kondisi Pasar Hewan Cilongok dengan Komisi III DPRD beberapa waktu lalu, semoga saja anggaran perbaikan bisa segera direalisasikan,” terang Gatot.
Selain atap pasar hewan, DKUKMP juga mencatat sejumlah fasilitas lain yang masih membutuhkan pembenahan. Di antaranya pembangunan lapak pedagang di sisi timur pasar, penambahan fasilitas sanitasi, hingga perbaikan atap pasar agar tidak bocor saat musim hujan.
Gatot menambahkan, revitalisasi pasar tradisional memang menjadi pekerjaan besar bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sejumlah pasar lain seperti Pasar Ajibarang, Pasar Wangon, Pasar Jatilawang hingga Pasar Cilongok masih membutuhkan pembenahan bertahap.
Bahkan untuk revitalisasi Pasar Ajibarang, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 100 miliar sehingga pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat.
Meski demikian, upaya pembenahan pasar tradisional terus dilakukan secara bertahap. Tahun ini, revitalisasi Pasar Sokaraja telah selesai dilaksanakan. Sementara pada tahun depan, pemerintah daerah juga menargetkan perbaikan Pasar Wage dan Pasar Cilongok.
“Tahun depan, kita akan melakukan perbaikan untuk Pasar Wage, seperti janji Pak Bupati kepada para pedagang, akan membuatkan akses pintu masuk yang besar di Jalan Jenderal Soedirman dan sekarang sudah dalam proses pembebasan tanah. Jadi tahun depan ada dua pasar yang dilakukan perbaikan, yaitu Pasar Wage dan Pasar Cilongok, sedangkan untuk Pasar Ajibarang sudah kita mintakan anggaran ke pemerintah pusat,” paparnya.
Dengan adanya komitmen dari DPRD Banyumas dan DKUKMP untuk melakukan pembenahan bertahap, revitalisasi Pasar Hewan Cilongok diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Perbaikan fasilitas pasar menjadi langkah penting agar pasar tradisional tetap menjadi pusat perdagangan rakyat yang kuat, produktif, dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan zaman.