ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Ribuan liter Eco Enzyme dituangkan ke aliran Sungai Sentiong Sunter, Minggu (10/5/2026), dalam aksi peduli lingkungan yang digelar umat Buddha sebagai bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE. Kegiatan bertajuk Gerakan Eco Enzyme ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap kebersihan sungai sekaligus ajakan menjaga ekosistem secara berkelanjutan.
Sebanyak 5.770 liter Eco Enzyme murni dilepaskan ke aliran sungai oleh para peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, organisasi keagamaan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum. Aksi tersebut dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai gerakan nasional pelestarian lingkungan hidup.
Eco Enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayuran yang dipercaya mampu membantu mengurangi pencemaran air serta memperbaiki kualitas lingkungan. Gerakan ini juga menjadi upaya edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan kebersihan sungai.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, mengatakan bahwa menjaga alam merupakan bagian penting dari nilai-nilai ajaran Buddha yang menekankan keseimbangan antara manusia dan lingkungan.
Baca juga:
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat
“Kementerian Agama selama dua tahun berturut-turut menyongsong Hari Raya Waisak dengan menggelar rangkaian karya kebajikan selama satu bulan penuh untuk agama, bangsa, negara, dan kehidupan, termasuk bagi alam semesta,” kata Supriyadi.
Ia menjelaskan, sebelum aksi menuang Eco Enzyme dilakukan, umat Buddha di 34 provinsi juga telah melaksanakan pembuatan Eco Enzyme secara serentak pada 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi nasional menuang Eco Enzyme pada 10 Mei bersama para pemerhati lingkungan.
Gerakan ini terselenggara melalui kolaborasi Ditjen Bimas Buddha bersama sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Sangha Theravada Indonesia (STI), Eco Enzyme Nasional Bersatu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, MAGABUDHI, WANDANI, dan PATRIA.
Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Koordinator Bidang Bakti Sosial Panitia Gema Waisak Nasional 2026, Santoso, menyebut aksi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan dari langkah sederhana.
Baca juga:
Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung
“Hari ini kita bersama-sama membantu pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan menuang Eco Enzyme agar lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Gerakan kecil ini merupakan awal dari gerakan besar untuk menjaga lingkungan hidup Indonesia,” ajak Santoso.
Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau komunitas tertentu saja. Kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui Gerakan Eco Enzyme Vesakha Sananda 2570 BE, umat Buddha ingin menghadirkan semangat Waisak yang tidak hanya diwujudkan lewat ibadah, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga bumi dan kehidupan yang harmonis antara manusia dengan alam.