ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memasang target untuk meningkatkan kecepatan internet nasional hingga rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun mendatang. Target tersebut menjadi bagian dari langkah besar mempercepat transformasi digital sekaligus memastikan masyarakat di seluruh Indonesia menikmati akses internet yang cepat, stabil, dan terjangkau.
Untuk mewujudkan sasaran tersebut, Kemkomdigi akan mempercepat pembangunan infrastruktur digital di berbagai daerah. Langkah itu dibarengi dengan dorongan kepada operator telekomunikasi agar meningkatkan investasi jaringan, memperluas layanan broadband, membangun jaringan serat optik, serta mengoptimalkan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses internet.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria mengatakan, konektivitas digital kini bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan internet yang berkualitas dan merata hingga ke pelosok Indonesia.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas konektivitas merupakan bagian dari visi Kemkomdigi, yakni "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga". Melalui visi tersebut, pemerintah ingin menjadikan infrastruktur digital sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital nasional, peningkatan produktivitas masyarakat, hingga perluasan layanan publik berbasis teknologi.
Baca juga: Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Nezar menjelaskan, pemerintah juga telah meminta perusahaan telekomunikasi meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) agar pembangunan jaringan tidak hanya berfokus di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau kawasan pinggiran dan daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses internet.
"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," katanya.
Tantangan Pemerataan Konektivitas
Meski pembangunan jaringan terus berlangsung, Komdigi mengakui masih terdapat tantangan besar dalam pemerataan konektivitas. Sejumlah wilayah di Indonesia, bahkan beberapa daerah di Pulau Jawa, masih menghadapi persoalan blank spot atau belum terjangkau layanan telekomunikasi secara optimal.
Karenanya, Komdigi menargetkan pengurangan kesenjangan digital melalui pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi. Selain melanjutkan program konektivitas di wilayah tertinggal, pengembangan jaringan juga dilakukan dengan mengombinasikan serat optik, layanan fixed broadband, dan konektivitas berbasis satelit agar masyarakat memperoleh akses internet yang lebih andal.
Nezar menilai pentingnya jaringan telekomunikasi juga terlihat saat terjadi bencana. Selain kebutuhan logistik, masyarakat kerap meminta agar jaringan komunikasi segera dipulihkan sehingga dapat menghubungi keluarga maupun memperoleh informasi terkini.
"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Melalui kolaborasi bersama operator telekomunikasi dan seluruh pemangku kepentingan, Kemkomdigi optimistis target kecepatan internet rata-rata 100 Mbps dapat tercapai. Diharapkan, pemerataan akses digital tersebut mampu mempercepat transformasi ekonomi, meningkatkan kualitas layanan publik, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.