Banner Utama

Operasi SAR di Sungai Tajum Ditutup Setelah Tujuh Hari Korban Belum Ditemukan

Banyumas Raya
By Hermiana  —  On Apr 09, 2026
Caption Foto : Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu korban yang diduga terseret arus anak Sungai Tajum di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas,memasuki hari ke tujuh, Kamis (9/4/2026). (Foto : Dok. Tim SAR).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu korban yang diduga terseret arus anak Sungai Tajum di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, resmi ditutup hari ini, Kamis (9/4/2026), setelah tujuh hari pencarian intensif. Keputusan ini diumumkan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Cilacap setelah hasil pencarian tidak membuahkan tanda-tanda keberadaan korban.

Komandan Tim Rescue BASARNAS, Fajar Adi, menjelaskan bahwa operasi dilakukan dengan pembagian dua tim pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).

“SRU 1 menyisir hilir sungai menggunakan rafting boat, sementara SRU 2 melakukan pencarian di area hutan di sepanjang aliran Sungai Tajum,” jelasnya.

Kejadian bermula pada Kamis, (2/4/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diduga hanyut akibat luapan anak Sungai Tajum, yang semakin deras akibat hujan. Saksi mata menemukan puing-puing yang diduga bekas korban saat membersihkan aliran sungai. Perangkat desa setempat kemudian melaporkan kejadian ini ke Kansar Cilacap untuk meminta bantuan pencarian.

Identitas korban diketahui sebagai Riswo, warga RT 02/01 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Selama tujuh hari, BASARNAS bersama tim SAR gabungan memaksimalkan pencarian baik di Sungai Tajum maupun di area hutan sekitarnya. Namun hingga pukul 16.00 WIB hari ini, pencarian belum membuahkan hasil.

Baca juga: FIKES UMP Gandeng AGD 118, Perkuat Kompetensi Mahasiswa dalam Penanganan Gawat Darurat di Lapangan

Penutupan operasi SAR dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan yang tercantum dalam UU Nomor 29 Tahun 2014 dan Peraturan Kepala BASARNAS Nomor 22 Tahun 2017. Keputusan ini diambil setelah musyawarah antara pihak keluarga korban, unsur SAR, dan potensi SAR yang terlibat.

Fajar Adi menambahkan, “BASARNAS dan seluruh tim SAR telah bekerja maksimal selama tujuh hari, namun hasilnya masih nihil. Jika di kemudian hari masyarakat atau pemerintah desa menemukan tanda-tanda keberadaan korban, informasi tersebut bisa langsung dilaporkan ke BASARNAS untuk tindakan selanjutnya.”

Meski operasi dihentikan, pihak keluarga dan masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan setiap informasi yang relevan untuk keselamatan dan penanganan lebih lanjut. BASARNAS menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SAR yang telah berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: