Banner Utama

Pesantren Didorong Jadi Motor Ekoteologi, Kemenag Siapkan Perluasan Program

Nasional
By Ariyani  —  On Feb 27, 2026
Caption Foto : Menteri Agama, Nasaruddin Umar dan Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Sarmidi Husna. (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya memperkuat gerakan ekoteologi di lingkungan pesantren sebagai upaya mengintegrasikan ajaran keagamaan dengan praktik pelestarian lingkungan. Langkah ini dinilai strategis karena pesantren memiliki ekosistem pendidikan yang berlangsung sepanjang hari.

Komitmen tersebut disampaikan Nasaruddin saat menerima audiensi Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Sarmidi Husna, yang memaparkan hasil pendampingan pengelolaan sampah berbasis nilai keagamaan di sejumlah pesantren. Menurut Menag, pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk kebiasaan hidup santri karena proses pendidikan berjalan 24 jam. Kondisi ini dinilai efektif untuk menanamkan kesadaran ekoteologi melalui praktik keseharian, bukan sekadar teori di ruang kelas.

“Kita ingin pesantren menjadi salah satu contoh gerakan ekoteologi. Nilai menjaga alam merupakan bagian dari ajaran agama yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Nasaruddin, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, Kementerian Agama akan menyiapkan langkah penguatan agar model ekoteologi dapat diperluas dan direplikasi di lebih banyak pesantren di berbagai daerah.

Edukasi Berbasis Keagamaan

Baca juga: Wapres RI ke-6, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Sementara itu, Sarmidi Husna melaporkan bahwa selama dua tahun terakhir P3M telah mendampingi 15 pesantren dalam mengelola sampah melalui pendekatan edukasi berbasis nilai keagamaan. Program dimulai dari pendekatan kepada pengasuh pesantren, pelatihan pengelola bank sampah, hingga pembiasaan santri memilah sampah dari kamar masing-masing.

“Keluhan para kiai yang paling sering muncul adalah persoalan sampah. Setelah didampingi, justru sampah yang awalnya dianggap beban berubah menjadi sumber nilai ekonomi bagi pesantren,” ujarnya.

Dalam implementasinya, sampah anorganik seperti plastik dan kertas dijual untuk didaur ulang, sedangkan sampah organik diolah menjadi maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan lele dan ayam. Skema ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka sumber pemasukan baru bagi pesantren.

Sarmidi menyebut, salah satu contoh keberhasilan terlihat di Pondok Pesantren Lirboyo. Melalui pengelolaan sampah terpadu, pesantren tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi yang kemudian diputar kembali untuk mendukung operasional dan pengadaan peralatan pengolahan.

Secara umum, pesantren peserta program yang sebelumnya mengeluarkan biaya pembuangan sampah kini mampu memperoleh pemasukan berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.

Baca juga: Komdigi Hadirkan Layanan DARA, Solusi Konsultasi untuk Atasi Adiksi Gim pada Anak

Ia menegaskan, prinsip utama program adalah mendorong kemandirian pesantren. P3M hanya memberikan stimulus awal, sementara pengelolaan selanjutnya sepenuhnya dijalankan oleh pesantren dari hasil ekonomi yang dihasilkan.

Menanggapi laporan tersebut, Nasaruddin menyatakan dukungan penuh sekaligus mendorong inovasi lanjutan. Ia meminta agar pengelolaan lingkungan di pesantren ke depan tidak berhenti pada pengolahan sampah, tetapi juga mencakup sistem daur ulang air.

“Kalau memungkinkan, pengelolaan sampah ini dilengkapi dengan recycle atau daur ulang air, sehingga pesantren benar-benar menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang utuh,” tegasnya.

Melalui penguatan ini, Kementerian Agama berharap pesantren dapat tampil sebagai pelopor gerakan ekoteologi umat, sekaligus menjadi model pendidikan yang memadukan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Baca juga: Pemerintah Petakan 69 Titik Rawan di Jalur Mudik Jateng, Posko dan Alat Berat Disiagakan

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: