ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kiprah anak muda asal daerah kembali mencuri perhatian dunia internasional. Rafi Ashza Sejati, alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), sukses membawa startup energi terbarukan bernama HIEREN menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dari desa mampu bersaing di level internasional. Berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, Rafi berhasil memperkenalkan solusi energi berbasis masyarakat desa melalui teknologi modern yang dikembangkan bersama startup binaannya.
HIEREN sendiri merupakan startup social enterprise yang fokus pada pengembangan energi terbarukan untuk wilayah pedesaan dan pesisir. Startup ini lahir dari keresahan terhadap masih terbatasnya akses energi di sejumlah daerah.
Teknologi yang dikembangkan HIEREN mengusung sistem modular plug and play yang praktis digunakan tanpa proses perakitan rumit. Sistem tersebut mampu menyediakan energi selama 24 jam dan telah terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mendukung pengelolaan energi secara mandiri oleh masyarakat.
Perjalanan HIEREN menuju panggung global bermula setelah startup tersebut masuk dalam Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang digelar PT Pertamina (Persero). Dari ajang tersebut, Rafi mendapatkan kesempatan mengikuti program Pertamuda Overseas di Amerika Serikat pada 25 April hingga 1 Mei 2026.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Selama berada di Silicon Valley, Rafi tidak hanya mengikuti program pengembangan startup, tetapi juga mengunjungi Google dan berjejaring dengan komunitas startup dunia seperti Startup Grind. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan inovasi energi berbasis desa asal Indonesia kepada komunitas global.
Rafi mengatakan, pencapaiannya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia agar semakin dikenal dunia.
“Saya berangkat bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdiri sejajar di level global. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani bermimpi besar dan mulai berkarya,” kata Rafi.
Dukungan LPPM Unsoed
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed. Rafi menjadi tenant binaan yang mendapatkan pendampingan dari Nur Wijayanti bersama Ratna Satriani, di bawah pembinaan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti.
Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional
Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, mengaku bangga atas capaian alumnus Unsoed tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rafi membuktikan bahwa mahasiswa dan alumni daerah memiliki daya saing internasional jika didukung ekosistem inovasi yang tepat.
“Kami sangat bangga karena Rafi mampu membawa nama Unsoed hingga ke panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia. Pusat Inkubator Bisnis akan terus mendorong lahirnya startup-startup muda yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan masyarakat,” ujarnya.
Perjalanan Rafi dari desa di Cilacap menuju Silicon Valley kini menjadi inspirasi baru bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berani menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.