ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi dan infrastruktur digital luar negeri. Penguatan pusat data nasional, layanan cloud lokal, hingga ekosistem teknologi dalam negeri dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada pemain global.
Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengembangan riset dan teknologi digital. Menurutnya, kemampuan riset nasional saat ini masih tertinggal dibanding sejumlah negara yang telah lebih dahulu membangun fondasi teknologi secara agresif.
“Indonesia masih menghadapi ketertinggalan dalam pengembangan teknologi dan riset. Ini menjadi tantangan besar jika ingin membangun kemandirian digital ke depan,” kata Junico.
Ia menjelaskan, isu kedaulatan digital tidak hanya berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau AI semata. Lebih jauh, persoalan tersebut juga menyentuh penguasaan data nasional, pengembangan model digital sendiri, hingga penyediaan infrastruktur cloud yang dapat dikelola di dalam negeri.
Menurutnya, Indonesia perlu lebih dahulu memperkuat infrastruktur dasar digital sebelum berbicara mengenai persaingan teknologi tingkat global. Salah satu langkah yang dinilai mendesak ialah mempercepat pembangunan pusat data nasional dan memperbesar peran layanan teknologi lokal.
Baca juga: Firman Soebagyo Ingatkan Pemerintah, Ekonomi Sulit Tumbuh Jika Sektor Swasta Terus Tertekan
“Kita perlu memastikan data nasional dapat dikelola secara mandiri. Ketergantungan terhadap model dan cloud asing juga harus mulai dikurangi agar fondasi digital Indonesia semakin kuat,” ucapnya.
Arah Kebijakan Ekosistem Digital
Politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti perkembangan ekosistem digital di sejumlah negara yang dinilai lebih maju dalam membangun platform domestik. Negara seperti South Korea, India, hingga Turkey disebut telah memiliki platform digital lokal yang mampu menopang kebutuhan nasional. Sementara itu, Indonesia dinilai masih membutuhkan arah kebijakan yang lebih jelas dan berkelanjutan agar mampu melahirkan platform digital nasional yang kompetitif.
Junico menambahkan, rendahnya investasi pada sektor riset serta belum optimalnya dukungan kebijakan menjadi faktor yang memperlambat perkembangan teknologi nasional. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, Indonesia dikhawatirkan hanya akan berperan sebagai pasar besar tanpa memiliki kekuatan digital yang mandiri.
“Kalau investasi pada riset dan pengembangan teknologi tidak diperkuat, Indonesia berpotensi semakin tertinggal dan hanya menjadi konsumen dari perkembangan teknologi global,” tegasnya.
Penguatan pusat data, cloud nasional, serta investasi riset kini dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya mengikuti arus transformasi digital, tetapi juga mampu menjadi pemain dalam pengembangan teknologi masa depan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.