Banner Utama

Sektor Keuangan Banyumas Raya Stabil hingga Akhir 2025, Investor Pasar Modal Melonjak

Banyumas Raya EKBIS
By Hermiana  —  On Feb 24, 2026
Caption Foto : Kepala OJK Purwokerto, Harmain Billady. (Foto : Hermiana).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menilai kondisi sektor jasa keuangan di wilayah eks Karesidenan Banyumas tetap stabil hingga Desember 2025. Sejumlah indikator utama menunjukkan kinerja yang masih tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala OJK Purwokerto, Harmain Billady, mengatakan stabilitas tersebut terutama ditopang oleh kinerja perbankan yang masih resilien. “Secara umum, sektor jasa keuangan di wilayah kerja kami sampai akhir 2025 tetap terjaga stabil dan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif,” jelasnya.

Secara agregat, aset perbankan tumbuh 3,67 persen (year on year/yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,31 persen (yoy). Meski demikian, penyaluran kredit tercatat mengalami kontraksi tipis sebesar 0,04 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh bank umum di wilayah kerja OJK Purwokerto. Aset bank umum meningkat 2,82 persen (yoy) dan DPK naik 5,91 persen (yoy), sementara kredit masih terkoreksi tipis sebesar 0,03 persen (yoy).

Baca juga: Waspadai Risiko dan Legalitas Investasi Emas Digital

Di sisi lain, kinerja Bank Perkreditan Rakyat dan BPR Syariah (BPR/S) masih menghadapi tekanan. Hingga Desember 2025, DPK BPR/S tumbuh 0,47 persen (yoy), tetapi aset dan kredit masing-masing terkontraksi 1,95 persen (yoy) dan 2,73 persen (yoy).

Tingkat kredit bermasalah (NPL) BPR/S tercatat relatif tinggi di level 21,97 persen. Menurut Harmain, kondisi ini berkaitan dengan proses normalisasi kredit restrukturisasi pascapandemi.

 “Peningkatan NPL BPR/S dipengaruhi penyesuaian kualitas portofolio kredit restrukturisasi Covid-19 yang berdasarkan assessment tidak dapat bertahan,” jelasnya.

Dari sisi penyaluran, kredit BPR/S masih didominasi kredit produktif, khususnya modal kerja dengan pangsa 54 persen. Pembiayaan juga banyak mengalir ke segmen UMKM yang mencapai 60 persen dari total kredit, terutama pada sektor bukan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi.

Minat Pasar Modal Meningkat

Baca juga: Gelar Silaturahmi Kebangsaan, H. Wastam Ajak Warga Baturraden Perkuat Bhinneka Tunggal Ika di Momentum Imlek 2026

Sementara itu, minat masyarakat terhadap pasar modal di wilayah kerja OJK Purwokerto menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga Desember 2025, jumlah investor saham meningkat 38,20 persen (yoy) dan investor reksa dana tumbuh 35,87 persen (yoy).

Lonjakan jumlah investor tersebut turut mendorong nilai transaksi pasar modal yang mencapai Rp2,073 triliun atau naik 98,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Harmain menyebut pertumbuhan ini didorong kuat oleh partisipasi generasi muda.

“Mayoritas investor baru di wilayah kami didominasi kelompok usia 21 sampai 30 tahun. Ini menunjukkan tingkat literasi dan inklusi pasar modal di kalangan generasi muda terus meningkat,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: