ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Berpuasa tidak hanya untuk orang dewasa. Anak-anak berusia 7 tahun ke atas sudah mulai diperbolehkan menjalani ibadah puasa. Namun, untuk memastikan Si Kecil tetap sehat dan semangat, orang tua perlu menyiapkan strategi yang tepat.
Ahli gizi dan pendidikan anak menyarankan beberapa langkah untuk membantu anak menjalani puasa pertama dengan nyaman.
Pahami Makna Puasa Sejak Dini
Sebelum mulai berpuasa, anak sebaiknya dikenalkan pada makna dan tujuan puasa dengan bahasa yang mudah dipahami. Anak-anak akan lebih termotivasi jika mereka tahu manfaat puasa, baik dari sisi agama maupun kesehatan.
Menjelaskan bahwa puasa dapat meningkatkan disiplin diri, sekaligus memberi manfaat bagi tubuh, diyakini membuat anak lebih antusias mengikuti ibadah puasa pertamanya.
Baca juga: 400 Siswa Unggulan Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026
Ajarkan Puasa Secara Bertahap
Tidak perlu memaksakan anak langsung berpuasa sehari penuh. Orang tua bisa memulai dengan menahan lapar dan haus selama beberapa jam, misalnya hingga tengah hari. Cara bertahap ini membantu tubuh anak menyesuaikan diri dengan ritme puasa.
Motivasi Anak Agar Tetap Semangat
Anak-anak mudah bosan, terutama saat menahan lapar dan haus. Memberikan motivasi berupa pujian, perhatian, atau hadiah sederhana saat berhasil menunaikan puasa bisa menumbuhkan semangatnya. Pujian dan reward kecil bisa membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mencoba lagi.
Pentingnya Sahur dan Nutrisi Seimbang
Baca juga: Unsoed Gandeng PT Sang Hyang Seri, Perkuat Riset Benih Unggul untuk Ketahanan Pangan
Sahur menjadi momen penting untuk memenuhi kebutuhan energi anak selama berpuasa. Orang tua disarankan menyiapkan menu bergizi yang kaya serat, karbohidrat kompleks, dan protein, seperti gandum, beras merah, sayuran, buah-buahan, daging tanpa lemak, atau ikan.
Selain itu, anak perlu cukup minum air putih agar terhindar dari dehidrasi. Hindari makanan terlalu manis, asin, pedas, atau gorengan berlebihan saat sahur, karena bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Fleksibilitas Tetap Penting
Meski penting untuk belajar berpuasa, anak-anak tetap perlu diperhatikan kondisi fisiknya. Jika terlihat lelah atau tidak kuat, orang tua sebaiknya mengizinkan anak berbuka puasa. Tujuan utama adalah anak belajar disiplin dan menjaga kesehatan, bukan sekadar menahan lapar.
Baca juga: UIN Saizu Dorong Transformasi Pendidikan Islam lewat Forum Strategis PTKIN
Dengan pendekatan yang tepat, puasa pertama anak dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga tubuh sekaligus menjalankan ibadah.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.