Swasembada Pangan Dicapai Lebih Cepat, Mentan: Hasil Kerja Kolektif Kabinet dan Petani

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 08, 2026
Caption Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto ; Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan nasional menjadi tonggak penting dalam perjalanan sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, capaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi Kabinet Merah Putih yang digerakkan oleh visi besar Presiden Prabowo Subianto serta kerja keras petani di seluruh Indonesia.

Baca juga: Isra Mikraj Kenegaraan di Istiqlal: Menag Gaungkan Ekoteologi, Ajak Umat Jadikan Iman sebagai Fondasi Pelestarian Alam

“Saya tegaskan sekali lagi, swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Ia menjelaskan, sejak awal Presiden mendorong kerja lintas sektor dengan target yang jelas dan tenggat waktu yang ketat. Perencanaan swasembada pangan yang semula diproyeksikan dalam jangka waktu panjang kemudian dipercepat secara signifikan.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

“Awalnya empat tahun, lalu tiga tahun, kemudian satu tahun. Saat jadi satu tahun, kami sempat vertigo. Tapi alhamdulillah hari ini hasilnya mulai terlihat,” katanya.

Percepatan tersebut menuntut perubahan pola kerja dan pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat. Salah satu langkah strategis yang berdampak langsung bagi petani adalah penyederhanaan regulasi pupuk yang diterbitkan dalam waktu singkat.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

“Harga pupuk turun sekitar 20 persen,” ujar Amran.

Tak hanya harga, ketersediaan pupuk juga meningkat tajam. Pemerintah mencatat lonjakan distribusi pupuk hingga 700 persen serta pembangunan tujuh pabrik pupuk baru tanpa membebani anggaran negara.

Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

Di sisi pengawasan, pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran tata niaga pangan. Amran menyebut ribuan izin usaha telah dicabut karena terbukti melanggar ketentuan, khususnya praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Begitu main harga di atas HET, izinnya langsung kami cabut,” tegasnya.

Baca juga: Muhammadiyah–UMY Resmikan Palestine Center for Global Peace, Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Dunia

Penegakan hukum juga menyasar praktik mafia pangan. Hingga kini, aparat telah menetapkan ratusan tersangka dalam kasus pangan. Amran menegaskan, pejabat di internal kementeriannya yang terbukti menyimpang tidak akan ditoleransi. Menurut Amran, sinergi dengan kementerian dan lembaga lain, serta dukungan aparat penegak hukum, TNI, dan Polri menjadi kunci menjaga stabilitas pangan nasional. Dengan jumlah petani yang mencapai sekitar 160 juta orang dan melibatkan hingga 180 juta penduduk jika termasuk sektor hilir, pertanian menjadi sektor strategis yang menyentuh hajat hidup sebagian besar rakyat Indonesia.

“Petani kita ada 160 juta orang. Kalau dihitung dengan sektor hilirisasi, ada sekitar 180 juta rakyat yang hidup dari pertanian,” katanya.

Baca juga: “Lapor Pak Amran” Bongkar Mafia Pupuk hingga Pangan Ilegal

Berbagai kebijakan tersebut berdampak nyata pada kinerja sektor pangan nasional. Produksi terus meningkat, impor berhasil ditekan, dan ekspor pertanian melonjak hingga 33 persen. Saat ini, stok pangan nasional tercatat sekitar 3,2 juta ton, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) menembus angka 125,35, tertinggi sepanjang sejarah. Menutup pernyataannya, Mentan Amran menegaskan kembali bahwa swasembada pangan merupakan bukti keberhasilan kerja kolektif dalam menjalankan gagasan besar Presiden di sektor pangan nasional.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: