Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 15, 2026
Caption Foto : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto : Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Dampak bencana banjir dan cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menimbulkan kerugian besar bagi sektor pertanian. Menyikapi hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kehadirannya di lapangan untuk mendampingi petani dan mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keselamatan petani dan kelangsungan produksi pangan menjadi prioritas utama. “Kami tidak menunggu lama. Begitu mendapat laporan dari daerah, tim langsung turun. Negara harus hadir di saat petani menghadapi musibah,” tegasnya.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

Data per 13 Januari 2026 menunjukkan luas sawah terdampak mencapai 107.324 hektare, dengan 44,6 ribu hektare mengalami gagal panen. Kerusakan terbagi menjadi rusak ringan 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, dan rusak berat 29.095 hektare. Tidak hanya sawah, lahan perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa terdampak seluas 29.310 hektare, sementara lahan hortikultura rusak 1.803 hektare. Kerugian pada peternakan juga signifikan, dengan lebih dari 820 ribu ekor ternak mati atau hilang.

Selain itu, infrastruktur pertanian mengalami kerusakan cukup parah: 58 Rumah Potong Hewan (RPH) rusak, 2.300 unit alsintan hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdampak, 3 bendungan rusak, jaringan irigasi sepanjang 152 kilometer rusak, serta 820 unit jalan produksi pertanian terdampak.

Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

Sebagai respons cepat, Kementan menyalurkan bantuan darurat berupa mesin pertanian dan alsintan untuk mempercepat pemulihan lahan. Selain itu, rehabilitasi lahan juga dilakukan agar aktivitas tanam dapat segera dilanjutkan. Di Aceh, koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, dan kelompok tani untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Di Sumatera Utara, fokus utama adalah normalisasi lahan agar musim tanam tidak terganggu.

Mentan Amran menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk TNI/Polri, relawan, dan kementerian/lembaga terkait, untuk pengamanan stok pangan dan pendampingan petani. Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk wakil rakyat dan pemerintah daerah, karena memberikan harapan bagi petani untuk segera bangkit.

Baca juga: Muhammadiyah–UMY Resmikan Palestine Center for Global Peace, Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Dunia

“Kami ingin memastikan petani tidak berjuang sendiri. Dengan kerja cepat dan kolaborasi semua pihak, sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat optimistis segera pulih,” tutup Mentan Amran.

Baca juga: “Lapor Pak Amran” Bongkar Mafia Pupuk hingga Pangan Ilegal

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: