Pusat Kuliner Mendoan Sawangan, Bertahan dalam Kesederhanaan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Kuliner
By Vivin  —  On Jan 04, 2026
Caption Foto : Kawasan wisata kuliner mendoan di Sawangan, Kota Purwokert, salah satu destinasi kuliner yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. (Foto : Vivin).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan Kota Purwokerto, kawasan wisata kuliner mendoan di Sawangan tetap berdiri dengan wajah yang nyaris tak berubah. Berlokasi sekitar 200 meter dari pusat kota, kawasan ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun pendatang yang ingin mencicipi langsung cita rasa autentik mendoan khas Banyumas.

Setiap hari, deretan warung sederhana di kawasan ini menyuguhkan mendoan yang digoreng satu per satu di atas wajan besar. Para pembeli tampak mengantre sambil memperhatikan proses penggorengan, menunggu tempe berbalut adonan tepung berbumbu dan irisan daun bawang itu diangkat saat masih setengah matang atau “mendo”. Sensasi menyantap mendoan yang masih hangat, lembut, dan gurih inilah yang menjadi daya tarik utama Sawangan.

Baca juga: Strategi Live di Media Sosial Bikin Ayam Bakar Mak Cik Laris Manis di Banyumas

Meski dikenal luas dan selalu dipadati pengunjung, kawasan kuliner mendoan Sawangan tetap mempertahankan kesederhanaannya. Fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas. Bangku panjang tanpa sandaran menjadi satu-satunya tempat bagi pembeli yang ingin beristirahat sambil mengantre. Pada hari-hari biasa, suasana relatif terkendali. Namun saat akhir pekan atau hari libur, antrean pembeli kerap mengular hingga membuat sebagian pengunjung harus berdiri cukup lama.

Salah seorang pembeli, Hutrianto, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan yang lazim sejak bertahun-tahun lalu. Menurutnya, meskipun jumlah pembeli terus meningkat, para pedagang mendoan di kawasan ini tetap memilih mempertahankan konsep sederhana tanpa menyediakan meja dan kursi untuk makan di tempat.

Baca juga: Soto Jalan Bank Purwokerto, Kuliner Legendaris Banyumas yang Bertahan Lebih dari Setengah Abad

“Dari dulu memang seperti ini. Kalau hari Minggu biasanya antreannya panjang dan harus berdiri lama. Padahal saya dan keluarga sering ingin menikmati mendoan hangat langsung di sini, tapi memang tidak ada tempat khusus untuk makan,” ujarnya.

Sebagai ikon kuliner Banyumas, mendoan kini mudah ditemui di berbagai penjuru kota. Penjualnya menjamur, mulai dari warung kaki lima hingga restoran modern. Namun, bagi sebagian besar penikmat kuliner, mendoan Sawangan memiliki cita rasa yang berbeda. Banyak yang meyakini bahwa racikan adonan, kualitas tempe, serta cara penggorengan yang masih tradisional menjadi rahasia kelezatan yang sulit ditiru.

Baca juga: Ikan Lembutan, Kuliner Sungai Serayu Favorit Penjaga Kolesterol

Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya perubahan, kawasan wisata kuliner mendoan Sawangan justru menunjukkan daya tariknya sendiri. Kesederhanaan yang terjaga, dipadu dengan rasa yang konsisten dari waktu ke waktu, menjadikan tempat ini bukan sekadar lokasi makan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner dan budaya Banyumas yang terus hidup hingga kini.

Baca juga: Soto Sutri Sokaraja, Bukti Rasa Autentik Tak Butuh Lokasi Strategis

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: