Produksi Pertanian Rembang Tumbuh Signifikan, Surplus Beras Capai Kebutuhan 30 Bulan

Daerah
By Vivin  —  On Jan 07, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, REMBANG - Sektor pertanian dan peternakan Kabupaten Rembang menunjukkan kinerja menggembirakan sepanjang tahun 2025. Dinas Pertanian dan Pangan setempat mencatat, total produksi berbagai komoditas strategis mengalami pertumbuhan sebesar 6,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan peran pertanian sebagai penopang utama ekonomi daerah.

Berdasarkan rekapitulasi data produksi, capaian total produksi tahun 2025 mencapai 8,57 juta ton, meningkat dari 8,03 juta ton pada 2024. Peningkatan ini berasal dari kontribusi sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan yang secara umum menunjukkan tren positif.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian

Lonjakan paling menonjol terjadi pada komoditas tanaman pangan. Produksi padi melonjak tajam dari 199.331 ton pada 2024 menjadi 295.825 ton di tahun 2025. Kenaikan ini turut diikuti peningkatan produktivitas yang mencapai 6,6 ton per hektare. Sementara itu, produksi jagung juga mengalami pertumbuhan, dari 188.176 ton menjadi 191.432 ton, dengan produktivitas mencapai 7,6 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan, menyebut capaian tersebut membawa dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan daerah. Menurutnya, produksi beras Rembang kini berada pada kondisi surplus yang sangat aman.

Baca juga: Pejalan Kaki Tertemper KA Bengawan di Jalur Karangsari–Patuguran, KAI Kembali Ingatkan Bahaya Aktivitas di Rel

“Produksi padi kita pada 2025 meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan capaian ini, Rembang surplus beras hampir setara kebutuhan 30 bulan,” ujarnya usai mengikuti Zoom Meeting Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI, Rabu (7/1/2026).

Kinerja positif juga tercermin pada subsektor hortikultura. Produksi bawang merah meningkat dari 9.815 kwintal menjadi 11.139,60 kwintal, seiring naiknya produktivitas lahan dari 90,46 menjadi 94,4 kwintal per hektare. Komoditas cabai pun tak kalah berkembang, dengan produksi cabai keriting mencapai 8.868,91 kwintal dan cabai rawit 14.828 kwintal, disertai peningkatan hasil panen per hektare. Di sektor perkebunan, meskipun produksi tebu kristal dan tebu tumbu masing-masing tercatat 32.757 ton dan 12.170 ton dengan sedikit penurunan volume, tingkat produktivitasnya tetap stabil. Sementara itu, produksi tembakau pada 2025 mampu dipertahankan di angka 15.448 ton.

Baca juga: Boyolali Jadi Incaran Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Segera Digarap

Agus menjelaskan, peningkatan produksi pertanian Rembang tidak terlepas dari kombinasi sejumlah faktor pendukung. Ketersediaan sarana produksi, harga hasil panen yang relatif menguntungkan, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah menjadi pendorong utama semangat petani.

“Ketersediaan pupuk dalam jumlah cukup dan harga yang terjangkau menjadi faktor penting. Selain itu, harga jual hasil panen yang baik membuat petani semakin bersemangat untuk menanam,” jelasnya.

Baca juga: Hujan Ekstrem Landa Pantura Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Bencana Masih Terkendali

Dukungan infrastruktur juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai program dijalankan, mulai dari irigasi perpompaan, perbaikan jaringan irigasi, hingga bantuan sumur pertanian di sejumlah kawasan sentra produksi. Kondisi cuaca yang relatif kondusif sepanjang 2025 turut memperkuat hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.

Sementara itu, subsektor peternakan mencatat pertumbuhan populasi ternak yang cukup konsisten. Populasi sapi meningkat menjadi 110.285 ekor, kambing mencapai 83.293 ekor, dan domba sebanyak 13.266 ekor. Untuk unggas, populasi ayam ras pedaging melonjak signifikan hingga 7,17 juta ekor, sedangkan ayam buras tercatat sebanyak 375.865 ekor.

Baca juga: Kolaborasi Daerah Tangani Bencana, Sleman Bantu Warga Terdampak Longsor Banjarnegara

Pemkab Rembang berkomitmen menjaga stabilitas produksi agar capaian yang telah diraih tidak mengalami fluktuasi tajam. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketahanan dan swasembada pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan.

Baca juga: BPBD Rembang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Hujan

“Tantangan kami berikutnya adalah menjaga agar produksi tetap stabil dan tidak turun drastis, sehingga swasembada pangan di Kabupaten Rembang bisa terus dipertahankan,” pungkas Agus.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: